Showing posts with label opinion. Show all posts
Showing posts with label opinion. Show all posts

Thursday, November 26, 2015

Siapakah Jodohmu?



Kira-kira enakan mana?udah nikah atau belum nikah?
Mungkin tidak perlu ak jawab ya…
kan yang tanya aku masak ak juga yang harus jawab? :D

Aku masih ingat dulu sewaktu aku masih SMP…. Di masa itu udah ada temen ku yang pacaran. Masih terlalu dini ya untuk dibilang mereka pacaran seriusan. Tapi faktanya ada juga temenku yang dari SMP mereka pacaran berlanjut ke jenjang pernikahan. Mungkin udah 6 tahun-an lebih ya pacarannya. Herannya kok bisa betah gitu ya…

Sedangkan aku waktu itu belum begitu banyak dilirik orang kali ya makanya gak punya pacar. Hmmm tapi ak syukuri. Karena ak sempat melalui masa itu. Masa-masa sekolah, masa-masa gak punya pacar… karena sekarang aku bisa bandingin dengan masa sekarang saat aku udah menikah.

Dan dulu itu sempet aku merasakan gimana rasanya pergi kondangan sendirian (red:gak punya pacar) terus udah nyampe di tempat kondangan, dengerin backsound acara nikahan jadi kebawa suasana…. Melas… gitu rasanya hidup di dunia ini… Lihat temen yang lain bawa gandengan….(truck aja gandengan masak kamu enggak, gitu katanya) Jalan bareng cowok cewek gitu… aku cuma bisa melihat mereka dan berkata dalam hati… mungkin nanti aku juga seperti mereka.
Dan waktu terus berjalan setahun, dua tahun, tiga tahun… bertahun-tahun… sampai akhirnya tahun 2014 bulan Mei tanggal 27 aku menikah. Alhamdulillah

Dari situ aku bisa tau jawaban dari pertanyaanku dulu. Siapa jodohku?
Dulu aku mengira kalau yang namanya jodoh itu pasti ketika ketemu  ada perasaan deg-deg-an, panas dingin, gugup, dan salah tingkah itulah jodohku. Tertanya bukan itu
Dulu aku juga mengira disaat kita suka seseorang pada pandangan pertama, itulah jodohku. Dan ternyata bukan juga… (Nggak tau ya apakah ini berlaku untuk semua orang apa enggak, tapi itulah pengalamanku) Yang jelas jodoh masing-masing orang sudah digariskan oleh Alloh SWT

Saranku untuk sobat yang belum ketemu dengan jodohnya, yang masih pacaran itu belum tentu jadi jodohnya. Jadi pacaran itu sebenernya perlu nggak? Tergantung kita mengartikan pacaran itu seperti apa. Kalau kita memaknai pacaran sebagai cara untuk menghilangkan kesepian, mengisi hari-hari kita, terus suruh nganterin kita kemana kemana itu menurutku fungsi pacaran kurang tepat karena untuk itu semua kan ada keluarga atau teman-teman yang bisa menemani kita.

Terus kalau pacaran diartikan sebagai cara kita untuk berkasih sayang, cinta-cintaan, berdua-duan itu jadinya kurang pas untuk kamu yang muslim terutama, kan udah dibilangin kalau berdua-duaan sama lawan jenis itu yang ketiganya syaitan…. Habis tu ntr kalian cuma menghabiskan waktu kalian dengan telpon2an, cemburu-cemburuan, ngambek-ngambekan, udah gitu putus! Balikan putus lagi!

Kalau menurutku pacaran itu akan berguna ketika kita udah siap untuk menikah. Dan kalau bisa jangka waktu pacarannya itu jangan lama-lama. Mungkin 3 bulan, atau setahun aja lah kalau misalnya LDR untuk lebih mengenal siapa keluarganya, bagaimana karakternya dan siapa aja temennya. Dan disaat kita sekiranya nanti bisa menyayanginya dan menjalani hidup dengannya, saat itulah kita hrs menikah.

Saranku juga buat sobat yang belum menikah (belum ketemu jodohnya) tetaplah bersikap istikomah, bersabar dan jangan iri melihat orang yang lagi boncengan motor. Kan kamu juga bisa boncengan motor sama bapakmu atau sama ibumu kalau gk temen-temenmu. Seru jugakan pergi beli bakso sama mereka…

Dan bagi yang sudah menikah. Sama seperti aku. Semoga kita bisa berperan sebagai istri-ibu/suami/ayah yang ikhlas menjalani kewajibannya…. Lebih bisa mengalah daripada ingin menang sendiri… dan yang paling penting semoga bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Amin…

Thursday, August 30, 2012

Apa untungnya dikagumi?

Kata seorang teman:
"Kamu itu cantik, baik, juga pintar... tapi sayang NGGAK ADA YANG TAU!"

makasy udah memuji... meskipun  nggak niat...  :)

Dikagumi adalah hal yang menyenangkan. Dulu aku berpikir seperti itu. Tapi pandangan itu berubah sekarang. Ternyata dikagumi itu tak ada untungnya. Kalau ada mungkin itu hanyalah eksistensi semu. Dikagumi justru seringkali membuat rasa khawatir. khawatir ketika ada saatnya tiba masa diabaikan dan tidak dikagumi lagi. Atau malah bisa menyiksa diri saat kita harus memaksa diri menjadi orang lain yang dianggap sempurna.

Dikagumi karena cantik, pintar atau wah wah yang lain... mungkin menyenangkan... seolah merasa sempurna, dan rasanya itu seperti... menjadi seorang putri raja atau seperti... pergi ke peradaban kuno, dan menjadi manusia tercanggih disana. tapi ah tidak juga. semua itu hanya ilusi. (Nanti akan ada yang lebih, dan gk boleh ada rasa iri dan dengki ya...)
***
Suatu hari ketika panas terik di pinggir jalan *********, aku melihat cewek cantik. Sebenernya juga tidak terlalu cantik. Tapi dia berpakaian sexy. Memakai kaos berwarna putih, dan celana pendek yang pendek banget dan ketat warna hitam. Aku berpikir,  sayang sekali kulitnya...pasti kepanasan... panas banget gitu gak pake baju tertutup. Ya tapi krn cara pandang yang berbeda, mungkin hal seperti itu bukan masalah untuknya. Mungkin memperlihatkan bagian tubuh yang sexy itu akan merasa cantik. mungkin.

Suatu hari dilain waktu, di dalam bus trans jogja. Ada cewek cantik (lain orang). Tapi dia berpakaian sederhana (rapi dan bersih), gk terlalu sexy tapi lumayan tertutup auratnya. terlihat tetap cantik...

Jadi apa yang membuat wanita terlihat (lebih) cantik? ya, ak percaya kl pakaian merupakan faktor yang cukup berpengaruh. Tapi bukak bukak an ak rasa nggak perlu.

Katanya setiap wanita itu terlahir cantik? percaya nggak?
semoga benar adanya. ak rasa juga begitu. meskipun ak sendiri sadar ak tidak cantik (tidak terlalu)...ya ak tahu gitu secara sekarang kn banyak orang cantik. banyak artis2 cantik. Tapi ak bersyukur, alhamdulillah ada rasa percaya diri dan motivasi yang membuatku merasa cantik.

oh ya, belakangan ini ak suka lagunya bondan, judulnya tak sempurna.

ini adalah beberapa liriknya,...
...
Saat senja datang, gantikan siang
Mereka bilang...kau malam tanpa bulan
Beda, tak sama, kau yang tak sempurna
Bagiku kau sgalanya, murni estetika

Apa yang kautanam itu yang kau petik
Apa yang kau jalani, slalu beri yang terbaik
Impian tentang kau...yang tak terbatas
Jauh dari sempurna, tapi membekas
***
lagu itu,lagu yang manis dalam perspektifku... :)

katanya dalam lagu itu...

ku kagumi, KELEMAHANMU
ku cintai semua KEKURANGANMU
itu bagiku INDAH

ak mengartikan kelemahan dan kekurangan disini sebagai sesuatu yang beda. tak sama.biasa. sederhana dan tidak berlebihan. jadi dalam arti yang sebenarnya kelemahan dan kekurangan disini justru berarti KELEBIHAN  (dlm arti positif) yang berbeda dan tidak dimiliki oleh orang lain.

Meskipun dikagumi itu terlihat menyenangkan, tapi dikagumi bukan tujuan hidup. mungkin dikagumi bisa ditempatkan sebagai efek samping dari hidup yang sesuai dengan aturan Tuhan.

Hiduplah sesuai aturan Tuhan... itulah jalan kebenaran...  Tak usah terlalu memikirkan, akankah nanti dikritisi atau dikagumi... Tidak perlu selalu menuruti apa yang kelihatannya menyenangkan atau apa yang dianggap baik... karena baik belum tentu benar... Hiduplah dengan ikhlas dan mengharap ridho dari Nya.




Sunday, August 12, 2012

Idealisme cinta...

idealnya, cinta itu adalah seindah indahnya rasa... cinta itu kebahagiaan...
tapi faktanya... tak selamanya cinta membuatmu tersenyum, cinta juga bisa membuatmu meneteskan air mata... Begitulah cinta menjadi bagian dari hidup yang dinamis...

idealnya, cinta itu hanya satu tanpa membagi hati... abadi dan setia...
tapi faktanya... (tidak tahu...)
Ada banyak urusan di dunia ini, bukan hanya cinta... mungkin karena itu cinta seolah terabaikan...

idealnya, cinta itu adalah rasa yang tulus...
tapi faktanya, ada ego yang harus ditaklukkan... malah terkadang rasa cinta menjadi benci? itukah cinta? beda tipis dengan benci? cinta memang hanyalah perasaan biasa... seperti hati yang bisa senang dan sedih. (jadi jangan mendewakan cinta... anggap saja cinta adalah sesuatu yang wajar... bukan km seorang yang memiliki kisah itu). Tapi haruskah cinta disamakan atau dibeda tipiskan dengan benci...?
Kalau dilihat dari segi rasa,  cinta ibarat madu dan benci ibarat racun! cinta sangat berbeda dengan benci... cinta tak akan menyakiti (dengan sengaja menyakiti), berbeda dengan benci! Kalau cintanya beda tipis dengan benci bukankah itu cinta yang tak ada keikhlasan/ketulusan di dalamnya? sedikit keinginan untuk memberi dan lebih banyak ingin menerima?
Ketika ada cemburu (benci)? apakah cemburu itu tanda cinta?
Orang bilang sh begitu, semakin kita mencintai semakin besar rasa cemburu? (rasa terlalu memiliki yang salah. terlalu cinta itu masalah... terlalu itu masalah...)
Faktanya...seringkali seseorang tak bisa mengkomunikasikan dan mengkemas cemburu dengan sesuatu yang indah...

idealnya, cinta itu bukan suatu 'masalah'
seperti hidup ini... hidup juga bukan masalah meskipun pada kenyataannya banyak masalah yang harus dihadapi... faktanya masalah seringkali membuat hidup tidak bahagia... padahal masalah itu adalah pembelajaran yang membuat kita semakin dewasa (begitu katanya)
hidup ini bukan masalah, cinta juga bukan masalah. (jadi bisakah tidak usah mempermasalahkan hal2 remeh yang hanya merusak 'cinta' itu sendiri... )
Ketika ada perbedaan sikap dalam memandang suatu masalah? ada yang menyimpang dari jalan  (tujuan) yang lurus?Mungkin seseorang akan marah ketika melihat kekasihnya melakukan hal yang nggak benar? Atau bisa saja menasehati baik-baik tapi kenyataanya beliau masih pada sikapnya yang (dianggap) tidak sesuai... Bagaimanapun juga marah bukanlah solusi! karena saat kita marah, orang lain juga akan merespon dengan tindakan yang sama. yaitu marah. Sedikit ribet menyelesaikannya. berdoa saja.

Meskipun tak seharusnya ada idealisme di dalam cinta, tapi aku yakin cinta itu adalah sesuatu yang indah. Mungkinkah seperti indahnya surga?
"Tak ada idealisme dalam cinta, karena cinta hanyalah perasaan manusia... adakalanya gembira dan adakalanya duka... sikapilah cinta dengan bijaksana, dewasa dan sewajarnya... mungkin memang tak ada cinta abadi di dunia ini... karena dunia ini fana, nanti pasti binasa juga. Cinta sejati hanya kepada-Nya, Sang Maha Pencipta... Suatu saat nanti ketika datang pasangan hidupmu, cintailah ia karena-Nya supaya kamu dapat cinta sejati (dengannya)... kelak di akherat..."

Tapi katanya... cinta itu indah kalau ditempatkan pada wadah yang indah... wadah itu adalah pernikahan...  ketika cinta tidak ditempatkan pada tempatnya cinta bisa menjadi perkara yang hina...

(Maka disana ada masa penantian yang membuatku menyepi... merasa seorang diri SEPERTI tak berteman dan hampa... tapi beruntunglah aku, masih ada Tuhan selalu... karena Nya aku masih bertahan... mencari hikmah dibalik kejadian... mencari jalan terang dengan ilmu Nya... karena Nya aku tak merasa bosan dengan rutinitas hidup, karena selalu ada pengetahuan baru setiap hari... karena Nya aku ingin menjalani hidup ini dengan sepenuh hati :'( hiks insyaAlloh... amin... karena Nya aku bisa menepis sepi...
I'll never be alone, cause YOU are in my soul...)



Thursday, July 5, 2012

Rezeki, Jodoh dan Mati...

Akhir2 ini aku tak henti memikirkannya... Tentang hidup ini... Yang sering kali aku merisaukannya... Tentang takdir... yang aku tak pernah tau... (tapi mengapa aku pikirkan?)

Ya Alloh, berikan petunjukMu supaya aku bisa selalu berada di JalanMu dan berikan kepuasan batinku atas takdir terbaik yang Kau berikan... Ajarkan aku untuk selalu bersyukur, atas setiap nikmat yang Kau berikan...

###
story...
Beberapa hari lalu Bu Eka bercerita tentang mertuanya yang meninggal. Mertuanya sudah sakit diabetes yang sudah menahun dan terakhir sebelum meninggal ternyata didiagnosa terkena kanker lambung dan sudah stadium 4... Jangan ditanya tentang berapa banyak biaya pengobatan, sudah habis +- 500juta untuk biaya pengobatan...
Betapa sehat itu mahal banget harganya.... Jangan sampai kita lupa untuk mensyukuri nikmat sehat itu....

Mati...
Siapa yang tahu kapan ajal menjemput kita? Namun apakah kita sudah menyiapkannya? Ataukah kita lalai karena silaunya dunia?

Tahukah kamu?
Adakah hubungan antara sakit dengan mati?
Ada orang kecelakaan parah... kepalanya sampai berdarah2 (tetangga Pak Joko) tapi ternyata Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bernafas... dan hidup di dunia...

Ada orang meninggal karena sebab yang bisa dibilang sepele, pagi hari masih segar bugar tapi siang hari meninggal...

Siapa yang tahu? Rahasia Tuhan...

###
Rezeki...
Jodoh...
Itu juga rahasia Tuhan... Kita tak perlu merisaukannya...

Masa depan adalah hal diluar jangkauan manusia... masa lalu tak perlu disesali karena waktu tak bisa diputar kembali... Tapi kita punya hari ini, dimana kita bisa melakukan sebaik yang kita bisa...
Lakukan yang terbaik untuk hidup ini, jalani hidup dengan sepenuh hati... dan kelak kau akan sadari... saat setiap kisah yang sudah berlalu menjadi kenangan yang indah... hidup ini teramat indah...

Aku pernah mendengar, katanya hidup ini adalah sebuah pilihan... seperti pohon takdir yang mempunyai banyak cabang dan ranting... Ada banyak pilihan, dan dengan kemampuan dan petunjukNya kita harus memilih takdir kita... (Apakah Tuhan telah menyiapkan banyak takdir?) lalu kita harus memilihnya?

Tuesday, June 26, 2012

Menyaring informasi

Hidup di era sekarang ini seperti tidak bisa lepas dari informasi... berita surat kabar, radio, televisi, majalah seakan harus menjadi santapan sehari-hari. Kalau manusia sekarang tidak update berita dianggap ketinggalan jaman, katanya...

Pernahkah anda ingin menguasai informasi? dan selalu mengikuti perkembangannya?
Ya, mungkin...

Aku berpikir, terlalu banyak tahu informasi itu tidaklah penting... (apa?) yang terpenting adalah kita tahu informasi apa yang kita butuhkan... Saat ambisi menguasai... saat terlalu bersemangat untuk mencari informasi (banyak) kepalaku terasa penuh... pusing...

Apalagi saat hati ingin mencari tahu tentang seseorang, mencari tahu dan menganalisis tingkahnya (bak naluri seorang detektif)... seringkali hanya membuat galau...

PESAN UNTUK DIRIKU SENDIRI
"Singkirkan hal-hal nggak penting... perhatikan dan lebih fokus dengan hidupmu sendiri... lalu biarkan orang lain dengan hidupnya... jangan terlalu memperhatikan tingkah orang lain atau sekedar menebak apa yang ada dipikirannya... selagi itu membuat perasaanmu tidak nyaman... bisakah begitu? bisakah???? karena ini untuk kebaikanmu sendiri.... kalau memperhatikan orang hanya akan menemukan keburukannya... maka jangan perhatikan... di dunia ini banyak hal lain yang lebih baik, bukankah begitu? yang perlu dilakukan hanyalah mengubah fokus... mengalihkannya... untuk hal yang lebih menentramkan hati..."

"Akan lebih baik kamu mencari ilmu pengetahuan (dunia terlebih akherat) daripada memikirkan bagaimana seharusnya orang bersikap. Kamu sama sekali tidak berhak untuk itu. Mengapa harus sibuk memikirkan kesalahan orang lain dan kita lalai terhadap kesalahan2 sendiri, padahal yang pasti membahayakan adalah kesalahan diri sendiri"

Sekarang jam 11:43, beribadah dulu....











Monday, January 16, 2012

"Kalau nggak mau dicubit, jangan nyubit...!"

Dulu waktu kamu kecil pernah nyubit orang nggak? masa sh? ya baguslah kalau nggak pernah :D
Sewaktu aku masih usia anak-anak ada temen yang kalau lagi galau (yeah galau... :>) lebih tepatnya lg labil emosinya terkadang suka nyubit orang lain. Lalu apa temen yang lain diam aja setelah dicubit? ternyata tidak... dan akhirnya saling balas-balasan nyubit... (bilangnya bok... hmm bok...(red:impas))

Ya begitu kenyataannya, aku jadi berpikir apakah setiap orang mempunyai kecenderungan untuk balas dendam? kedengarannya ekstrim ya? :D (bukan ice cream)... ngeri aja gitu dengernya.... "balas dendam... ada kata yang lain yang lebih enak didengar?"

Intinya setiap orang pastilah menginginkan keadilan. Dan kecenderungan untuk memperlakukan orang lain seperti apa dia diperlakukan. Ya mungkin aku rasa membalas kejahatan orang lain itu tidak terlalu berdosa (hiahh... nanggung banget ngomongnya... sok tau haha) maksudku... tindakan membalas yang wajar dan dengan niatan baik untuk memberi pelajaran it's okelah... Misalnya aja ada orang yang suka mencubit km, km bales nyubit... ya biar tahu aja dicubit itu sakit kan?makanya jangan suka nyubit orang... Tapi kalau bisa ya jangan gitulah ya hehehe... lebih baik bilangin aja baik2... dari pada mikirin harus bales cuma buang2 tenaga dan pikiran yang ujung2nya bikin kita nggak menikmati hidup ini... (ya ngga sh?)

"Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan..."
Suatu hari, cobalah kita untuk tersenyum menyapa teman atau sahabat kita. Kemungkinan besar bisa dipastikan mereka juga akan berlaku ramah kepada kita. Kalau enggak ya berarti lagi apes aja :>

Tapi percaya sajalah, nggak ada ruginya bersikap ramah dan berperangai baik terhadap orang lain (insyaAlloh) meskipun tanpa mendapat balasan seperti yang kita harapkan...
Jadi sebisa mungkin (mengingatkan diri sendiri) jangan tanggung-tanggung kalau mau berbuat baik, yakin saja pasti dengan kita berbuat baik itu artinya kita sedang membaikkan diri kita...memuliakan diri kita sendiri... Semoga Tuhan menyertai kita selalu... amin :-)

Thursday, January 12, 2012

Etika VS Estetika

Etika... Estetika... satu lagi Logika... 3 hal yang 'matching' apabila diucapkan. Menurut pendapat teman di status facebooknya, etika...estetika dan logika... adalah hal yang mendasar dalam diri manusia...

Aku pikir-pikir bisa jadi begitu. Karena dengan kombinasi ketiganya manusia menjadi lebih mulia dibanding dengan ciptaan Tuhan yang lainnya, dan seharusnya memang begitu bukan? Manusia diberikan cipta, rasa, dan karsa oleh Tuhan (inget pelajaran jaman kapan ya? :D)

Etika--->Rasa--->perasaan
Estetika--->Karsa--->kehendak untuk berkreatifitas dan mengekspresikan diri
Logika--->Cipta--->pikiran

Etika VS Estetika...
Dua hal yang kelihatannya sulit untuk menyatu...
Bagaimana tidak, 
Apa-apa katanya 'seni'
Melenceng dibilang 'seni'
Pakaian nggak sopan juga dibilangnya 'seni'

Sudut pandang setiap orang memanglah tidak selalu sama...
Mungkin aku bilang begini setelah aku sadar diri... ya sekarang ini... setelah melewati masa-masa remaja yang  inginnya selalu bebas mengekspresikan diri... dan pengalamanlah yang mendewasakanku...



Dulu, seni menurutku adalah hal yang beda. Beda dan indah dipandang mata! Masa-masa SMA mengingatkanku tentang kebebasan mengekspresikan diri... dari model rambut yang dulu pernah aku potong pendek banget, menurutku sh keren waktu itu... Tapi ortuku bilang jelek kalo dibandingkan dengan model rambut panjangku skrng. Bebas memilih pakaian yang waktu itu aku lebih suka untuk memakai kaos2 ukuran pas (hampir mepet) dan menurutku terlihat lebih fresh dan cantik... Ya menurutku sh itu belum seberapa kalau dibandingin sama temen2ku yang laen...

Temen2ku dulu lebih ekspresif dari aku, dan aku bangga sama mereka hehehe... Ya entahlah ya, itu perasaanku dulu... model rambut dicat wana putih agak cream dan stylenya yang acak2an terlihat sangat keren waktu itu...

Tapi mungkin sekarang pandanganku lain, meskipun mengekspresikan diri itu perlu tapi ak lebih cenderung ke hal-hal yang sifatnya tidak terlalu mencolok sekarang ini... hmmm, contohnya apa coba (km tanya?) ya mungkin dengan melakukan hobi masing-masing... kalo aku mungkin dengan menulis, mencoba resep-resep makanan, membuat kerajinan tangan, dan aktifitas aktifitas lain yang sekiranya lebih bermanfaat. Itu jauh lebih bernilai seni. Selain menguntungkan diri sendiri dan juga bisa berekspresi diri... aku rasa kegiatan2 positif juga bisa memberi manfaat bagi orang lain...

"Etika VS Etika...
Dua hal yang kelihatannya sulit menyatu padahal merupakan satu kesatuan..."

Seandainya keduanya bisa balance tentu saja lebih baik... ditambah satu hal lagi... logika... Itu akan terlihat sempurna mungkin...

Sunday, January 1, 2012

Arti kata 'dewasa'

Sebuah pertanyaan yang aku share di YiA (Yahoo Answer Indonesia)...
"Apa arti 'dewasa' menurut kalian???"


Berikut adalah opini dari temen-temen YiA

"Satu tanda bahwa seseorang bisa dikatakan dewasa dalam kepemimpinan manakala setiap kata dan kalimat yang keluar selalu terukur dan terjaga..."
by: . (Kontributor Top YiA)
Dalam hal ini yang lebih ditekankan adalah dewasa dalam hal kepemimpian... yaitu selalu menjaga dan mengendalikan ucapan, dan berkata-kata dengan bijaksana...




"Dewasa itu gak bisa d ukur sama umur, tapi dari perilaku dan perkataannya sehari-hari"
by: princess
-Gak terpancing emosi pas ada orang yg emosi ma dia. dalam artian, dia bisa mengatakan ketidaksukaannya dg hal yg sopan.
 - gak mengambil keputusan pas lg emosi. dia gak buru2 memutuskan sesuatu dengan kepala yg masih "panas"
- dia gak sembarang mengata2 i/ menggurui orang, meskipun dia punya usia yg lebih tua dg lawan bicaranya.
 - hal terpenting di sini adalh, dia bisa bersikap bijak dan mampu mengendalikan emosinya.


"mulai lah bersikap dewasa dari diri kamu sendiri karena yang menilai kamu sudah dewasa atau belum adalah orang lain. karakter kamu akan terbentuk dengan sendiri nya tanpa harus kamu paksakan"
by: i-one the fox
 yang dapat dikatakan dewasa itu jika
1. dia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri tapi bukan lari dari masalah itu. jadi belum tentu yang sudah tua umurnya itu dapat di katakan dewasa. karena saat ini banyak yang bunuh diri karena dia tidak mampu menyelesaikan masalah hidupnya & juga masalah kebutuhan hidup juga keluarganya.
2. dia dapat mempertanggung jawabkan segala ucapan & tindakannya. jadi bukan hanya omong kosong belaka.
3. dia peduli dengan lingkungan sekitar dia berada.
4. dia juga bukan hanya rajin berdoa & membaca kitab suci tetapi juga harus melakukannya.


"Dewasa itu...
bisa menbedakan mana yg baik dan mana yg buruk"

by: Pitriyani Rosadi
- bersikap lebih bijaksana
- gak egois
- bisa memberikan tingkah laku yg sopan santun
- belajar membantu orang tua baik secara materi maupun fisikly
- Gak neko-neko
- gak kasar dalam berbicara
- memenuhi kepentingan yg bener2 di butuhkan

 "Semua orang bertambah tua, hanya sedikit yang bertambah dewasa..."
by: aris be (Kontributor Top YiA)
jadi intinya dewasa bukan masalah usia.
Dewasa itu berhubungan dengan PIKIRAN DAN TINGKAH LAKU...
Kedewasaan mempunyai ciri-ciri yaitu: sikap yang tepat, keberanian, kesabaran, tanggung jawab, percaya diri dan berpikir secara luas serta bijak.


"Kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya."
by: Sun Doesn't Rise
20 ciri:
-Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
-Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
-Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
-Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
-Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
-Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
-Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
-Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
-Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
-Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
-Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
-Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
-Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
-Berusaha memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
-Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
-Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
-Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
-Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
-Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi sesaat.
-Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.
sumber:http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009…


Terima kasih teman-teman YiA...

Sunday, October 2, 2011

Berjiwa Besar

Sebuah pertanyaan yang aku ajukan di komunitas Yahoo! Answer ...


Untuk menjadi orang yang berjiwa besar haruskah merasakan 'sakit hati'?
Orang yang berjiwa besar berarti memiliki kelapangan hati yang luas....menerima segala yang didapat dengan rasa syukur,,baik atau buruk hasilnya adalah suatu karunia..
"sakit hati" tidak masuk dalam hitungannya..karena rasa ihklas lebih besar didalam hati buat oerang yg berjiwa besar...

thanks to boardrid atas jawabanya...

Mungkin (hampir pasti) setiap orang di dunia ini pernah merasakan sakit hati. Dan apa yang anda rasakan saat itu? mungkin pedih, perih, seperti teriris-iris hatinya, ingin marah atauu apa?

Semua itu memang wajar... sakit hati merupakan suatu proses, dan awal diri mengenal dan membentuk menjadi seorang yang penyabar, kuat, tegar dan berjiwa besar. Tapi sebagai manusia dewasa seharusnya kita bisa mengendalikan emosi kita baik itu diwaktu senang ataupun sedih. Usahakan suasana hati tetap balance...

...untuk menjadi orang berjiwa besar jadikanlah motivasi bahwa sakit hati merupakan bagian dari perkembangan dan pendewasaan diri. jangan mudah terprovokasi oleh masalah yg sekiranya merugikan diri sendiri.
by Vangosh @Yahoo!Answer


Janganlah kita takut sakit hati, karena kita tidak mungkin sakit hati tanpa kita mau kita akan sakit hati. Diri kita sendirilah yang akan menentukan... dan jangan izinkan hatimu tersakiti... ikhlaskanlah...
 

Ikhlaskanlah semua duka dan gembiramu...

Serahkan pada Allah semata,
Searahkan duka gembiramu,
Agar damai senantiasa hatimu...
###

Ketika kita sudah angkat tangan kepada-Nya, maka Dia akan turun tangan...

Saturday, July 30, 2011

Orang Paling Miskin

Aku membuka lagi catatan kecil ku yang sudah lama tersimpan... Block note berlatar biru dengan gambar anime yang fresh mengingatkan ku ketika career days bulan Februari 2011. (Hmm design sampul yang bagus...) Tema career days waktu itu adalah "Menjadi Profesional dalam waktu 90 hari". Career days merupakan kegiatan rutin sebelum wisuda dan bertujuan untuk memberi memotivasi kepada calon wisudawan/i...

Okekz :) ak nggak akan bahas prosesi career days ku... hanya ingin menulis tentang arti dari sebuah kalimat di halaman depan block note ku... Kalimat yang pertama kali aku lihat di buku catatan kecil itu.

Sebuah Motivasi...
Orang paling miskin adalah orang yang tidak punya MOTIVASI
Dalam hidup ini, tentu kita mempunyai banyak harapan atau rencana. Harapan-harapan yang baik untuk masa depan kita. Dengan adanya perencanaan yang baik, dalam diri kita akan timbul rasa termotivasi dan keyakinan yang kuat untuk maju.

Hidup miskin tidaklah memalukan, yang memalukan adalah hidup miskin dan tidak mempunyai semangat yang tinggi...
Memegang posisi yang rendah tidaklah mengerikan, yang mengerikan adalah memiliki posisi rendah dan tidak meningkatkan kemampuan diri...
Menjadi tua tidaklah menyedihkan, yang menyedihkan adalah menjadi tua dan menyia-nyiakan hidupmu. Mati bukanlah hal yang menyedihkan, yang menyedihkan adalah mati tanpa dikenal orang lain...
(kata-kata dari buku berjudul Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik)

Motivasi merupakan alasan utama seseorang bertahan hidup. Tanpa adanya motivasi mungkin hidup ini akan terasa sia-sia belaka. Maka kobarkanlah semangatmu, dan miliki motivasi untuk terus maju karena dalam hidup ini tak ada kata berhenti... tak ada "titik" dalam perjalanan ini yang ada hanyalah "koma" "koma lagi" dan "koma lagi." Waktu selalu berjalan, detik...menit...jam...hari...bulan dan tahun akan terus berganti hingga umur kita menjadi tidak muda lagi. Kita juga harus mengikuti jalannya waktu dan memercikkan kembali api-api yang mulai padam. Supaya kita tidak mati dalam dinamika kehidupan.

Semangatmu tak boleh terkikis usia,
Semangatmu tak kan luntur karena keadaan,
Semangatmu selalu membara
Meski terkadang mulai meredup
Tapi saat itu kamu teringat
Bahwa kamu adalah manusia yang diberkati Tuhan
Yang selalu memancarkan cahaya dan kedamaian karena-Nya

Kalau kita mau, kita adalah pribadi yang kaya...

Tuesday, July 19, 2011

Bicara bukan Membentak

Meskipun berbicara atau membentak sama-sama merupakan cara untuk berkomunikasi, namun ternyata bicara dan membentak memiliki efek yang jauh berbeda.

Dalam sebuah hubungan, intensitas bicara sangatlah penting. Karena sejauh ini berbicara menjadi semacam cara yang paling mudah bagi seseorang untuk menyampaikan pikiran dan perasaanya terhadap orang lain. Namun pada kondisi tertentu mungkin disaat capek atau emosi sedang labil seseorang cenderung untuk menaikkan nada bicara dan volume suaranya dengan berharap orang yang diajak bicara lebih mengerti dan memahami maksud pesan yang disampaikan. Akan tetapi, hal yang terjadi justru sebaliknya. Sebuah bentakan justru akan membuat suasana menjadi memanas dan masalah menjadi semakin rumit.

Ketika seseorang tanpa sadar meluapkan emosinya dengan membentak-bentak, mungkin sesaat kemudian akan tersadar dan menyesali perbuatannya. Meskipun bisa jadi penyesalan itu sudah terlambat karena bentakan itu sudah melukai lawan bicaranya.

Dalam hal yang kaitannya dengan marah berikut ada sebuah hadist. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Bukanlah orang kuat itu dengan menang bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah. (Shahih Muslim No.4723)
Semoga kita semua bisa lebih bersabar dengan suasana hati seperti apapun, disaat senang... disaat susah dan terlebih lagi disaat sedang marah... semoga tidak berlebihan, karena kita tau semua hal yang berlebihan itu tidak baik (kecuali kelebihan uang gpp kali y asal bisa memanage keuangannya juga). Disaat senang pun sebaiknya harus bersikap sewajarnya karena perasaan yang terlalu gembira bisa membutakan hati. Dan entah kenapa, setiap kali aku terlalu banyak bercanda, bersenda gurau dan tertawa sepertinya ada perasaan menyesal dalam hati ini. Mungkin hanya perasaanku saja. Tapi sungguh membuatku tidak nyaman...



Semoga kita menjadi orang yang kuat, yang bisa mengendalikan hawa nafsu dan amarah kita...dan semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang berjiwa besar...(amin)

Friday, July 15, 2011

Aturan Hidup untuk Kebebasan Hidup

Pepatah dari Mr. Zhu Bolu sangat dikenal oleh seluruh keluarga China. Pepatah menjadi buku panduan yang sangat berpengaruh dan abadi dalam hal managemen rumah tangga dan pendidikan keluarga China.
Ketika sebuah keluarga hidup dengan rukun, mereka akan diberkati dengan nasib baik dan kemakmuran. Ketika sebuah keluarga dipenuhi dengan pertentangan, akan didatangi oleh bencana dan kemunduran. -Jin lansheng (Abad ke-18)
Beberapa aturan yang dibuat dalam hidup ini seolah membuat hidup ini terkekang dan membosankan. Kita mungkin akan berpikir, betapa senangnya hidup ini kalau kita bisa melakukan semua hal yang kita inginkan dan terbebas dari aturan. Selintas memang begitu adanya. Tidak ada yang melarang dan dilarang.

kita semua tahu setiap orang punya hak nya masing-masing. Tentu kita harus menghormatinya. Tapi dalam hal ini perlu diingat bahwa terkadang hak kita bisa jadi bertentangan dengan hak orang lain. Ada hak pasti ada kewajiban. Kewajiban merupakan sesuatu yang menjadi tugas tanggung jawab diri kita dan ini merupakan keharusan. Laksanakan kewajiban kita sebelum kita menuntut hak. (hmhm)

Disini aku nggak akan membahas tentang apa hak dan kewajiban setiap orang, karena aku yakin semua sudah tahu. Aku hanya ingin mendokumentasikan apa yang telah aku baca dan pelajari. Tentang beberapa aturan dari Mr. Zhu Bolu. Tapi sebagian lagi aku ubah sedikit supaya lebih sesuai dengan kebudayaan di sini. Sebagian memang tidak begitu lazim barangkali, tapi bisa dijadikan sebagai catatan saja.

1. Bangun pagi
Bangunlah di pagi hari disaat matahari mulai terbit, beribadahlah, sapulah halaman dan bersihkan rumah.

Beristirahatlah ketika malam tiba dan pastikan bahwa semua pintu dan jendela terkunci.

2. Sebuah penghargaan
Setiap kali hendak menyantap nasi, pikirkanlah bagaimana sulitnya menumbuhkan benih

Pada setiap potong pakaian, pikirkanlah berapa banyak tenaga untuk menenunnya.

3. Bersiap siaga
Perbaikilah rumahmu sebelum hujan

Galilah sumurmu sebelum kamu haus

4. Bersahaja dan bijaksana
Berhematlah dalam kehidupan sehari-hari, janganlah memanjakan dirimu sekalipun kamu sedang menjamu tamu

Pertahankan peralatan dapur mu sederhana dan bersih, maka akan membuatnya seakan terbuat dari perak.

Makanlah makanan yang sederhana dan bergizi, sayur-sayuran dan buah lebih baik dibandingkan kue-kue yang mahal

Jangan membangun rumah terlalu mewah

5. Menjaga ucapan
Hindarilah bergosip karena hal itu bisa menjadi skandal

Jangan mengkhianati nilai moral, karena hal itu akan menjatuhkan keluargamu


6. Pendidikan
Pendidikan anak harus dimulai dengan penanaman sikap yang baik.

Anak-anak mungkin tidak terlalu pandai, tetapi mereka harus mempelajari karya-karya klasik

Keluarga berkecukupan perlu berlatih disiplin

Tujuan belajar adalah untuk mempelajari kebijaksanaan orang dalam bersejarah, dan bukan mencari kedudukan tinggi

7. Rezeki
Jangan mencari untung secara curang, karena kekayaan yang demikian tidak akan bertahan lama.

Jangan menumpuk harta keluarga dengan curang, karena kekayaan yang demikian juga tidak akan lama

Jangan mencurangi pedagang kecil

Bantulah tetangga dan keluarga yang membutuhkan

Orang yang hina adalah mereka yang memandang rendah orang miskin dan yang kekurangan

Jangan menggunakan posisimu untuk mengambil kesempatan pada yang lemah dan tak berdaya.

Jangan pernah mengingat-ingat apa yang pernah engkau berikan. Ingatlah apa yang diberikan kepadamu.

8. Komunitas

Bersikap baiklah kepada siapa saja tapi bersahabatlah dengan orang yang bijaksana.

Jangan terlalu mudah percaya, karena apa yang mungkin kamu dengar mungkin tidak benar, lebih baik bersabar dan mencari tau.

Jangan berdebat tanpa akhir, karena mungkin kamu disisi yang salah. Lebih baik bersikap tenang dan mempertimbangkannya lagi.

Demikian tadi beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan aturan dalam menjalani hidup. Dalam hal ini ditekankan betapa pentingnya kehidupan keluarga. Prinsip-prinsip ini membuktikan bahwa keluarga lebih dari sekedar sekolah atau masyarakat yang menjadi batu penjuru pendidikan dan landasan untuk membangun karakter.

Ehm ya, di awal ak menulis judul "Aturan Hidup untuk Kebebasan Hidup" untuk tulisan ini. Pada mulanya sempat aku berpikir, apakah kebebasan itu bisa dicapai dengan menerapkan aturan?
Dan jawabanku adalah, YA. Permasalahan dalam hidup ini bisa kita lihat dari dua sisi yang berbeda. Ketika keadaan memaksakan kehendaknya dan keinginan berkata lain, saat itulah kita perlu berpikir terbalik. Berpikir dari sisi yang berbeda dan ini kelihatannya cukup mengasyikkan.

Keinginan manusia sungguh tak terbatas meskipun sebenernya kebutuhannya terbatas. Tapi seringkali keinginan-keinginan tersebut terlihat samar hingga akhirnya seseorangpun menganggapnya menjadi kebutuhan. Tanpa adanya prioritas. Aku pernah merasa bahwa banyaknya keinginan justru membuatku tidak bisa hidup bebas, karena pikiran hanya terfokus dengan semua keinginan itu. Ingin ingin ingin.... tapi realisasinya tidak semua keinginan bisa tercapai.

Aku kira dengan aturan justru membuat hidup menjadi lebih bebas. Bebas untuk melakukan sesuatu yang tentu saja tidak mengganggu kepentingan orang lain. Bebas yang tetap fokus pada satu titik, dan tetap bisa berkreatifitas.

Kenapa Marah?

Ada beberapa hal yang dapat memicu seseorang untuk marah. Setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang kesenggol dikit aja marah, atau mungkin ada juga yang cuma dilirik aja marah. Tergantung sensitifitas masing-masing orang.

Kali ini aku coba menulis tentang penyebab marah dan pemikiran yang menyebabkan seseorang marah. Aku pernah membaca buku karya Dennis Greenberger, Ph.D & Christine A.,Ph.D yang berjudul "Management pikiran". Bukunya bagus... Menurut buku yang aku baca tersebut, Marah itu adalah hal yang wajar. Seseorang yang tidak bisa menunjukkan marah saat berada dalam kondisi yang mengharuskan untuk marah cenderung untuk menutup diri dan mengalami depresi. Dengan kata lain terkadang marah itu juga diperlukan asal dengan alasan yang tepat.

Ketika aku masih kecil, (aku teringat) rasa marah atau rewel (mungkin seperti rasa ingin nangis) itu seringkali karena aku kelelahan atau merasa lapar atau haus. Benar aku masih ingat. Tapi aku herannya, orang tuaku terutama Ibu ku selalu tau cara menenangkanku. Ibuku selalu saja tau membuatku berhenti ngambek kalo ak lg sebel. Aduh,masa kanak-kanak yang mungkin lucu untuk diingat. Sepertinya dulu aku adalah anak yang nakal...uhuhu, tapi itukan dulu...

Sedangkan menurut buku yang aku baca penyebab marah diantaranya adalah pemikiran bahwa diri kita tidak diperlakukan secara adil, disakiti tanpa sebab, dicegah untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan atau ingin kita capai.

Kemarahan mungkin akan muncul dalam hubungan yang dekat sekalipun. Kaitan antara kemarahan dan kemesraan paling bisa dipahami dengan mengenali bahwa masing-masing dari kita memiliki berbagai HARAPAN untuk persahabatan kita, hubungan cinta kita, rekan kerja kita atau dengan sesama kita yang lain. Kita hanya memiliki pengharapan pribadi secara khusus yang kecil sekali kepada orang yang hanya kadang-kadang kita temui. Dan sebaliknya. Biasanya semakin dekat hubungan kita dengan seseorang, semakin besar pengharapan kita darinya.

Unfortunately...
Kita jarang sekali mengatakan kepada orang lain tentang pengharapan kita atau bahkan menyadari bahwa kita memiliki pengharapan. Sebelum pengharapan tersebut gagal menjadi kenyataan, kemudian kita merasa sakit, kecewa dan sering kali marah komunikasikanlah harapan tersebut, komunikasikan dengan cara yang santai dan menyenangkan...



Salam,

Monday, June 20, 2011

Tetaplah Rendah Hati dengan Ilmu yang Kita Miliki

Kisah yg bagus, mengingatkan kita untuk selalu rendah hati.
Happy to share.

***************************************************

Seorang cendikiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya pada tukang perahu,

"Sobat, pernahkah anda mempelajari matematika?"
"Tidak"

"Sayang sekali, berarti anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan anda. Atau, barangkali anda pernah mempelajari ilmu filsafat?"
"Itu juga tidak"

"Dua kali sayang, berarti anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan anda. Bagaimana dengan sejarah?"
"Juga tidak"

"Artinya, seperempat lagi kehidupan anda telah hilang."

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang mereka tumpangi pun oleng. Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya,

"Apakah anda pernah belajar berenang?"
"Tidak"

"Sayang sekali, berarti anda akan kehilangan seluruh kehidupan anda."

Cerita di atas mengajarkan kita beberapa hal.

Pertama, Kita tidak boleh sombong.

Kedua, Setinggi apa pun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan.

Ketiga, Kita membutuhkan orang lain, tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.

Kisah yg bagus, mengingatkan kita untuk selalu rendah hati.
Happy to share.

***************************************************

Seorang cendikiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya pada tukang perahu,

"Sobat, pernahkah anda mempelajari matematika?"
"Tidak"

"Sayang sekali, berarti anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan anda. Atau, barangkali anda pernah mempelajari ilmu filsafat?"
"Itu juga tidak"

"Dua kali sayang, berarti anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan anda. Bagaimana dengan sejarah?"
"Juga tidak"

"Artinya, seperempat lagi kehidupan anda telah hilang."

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang mereka tumpangi pun oleng. Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya,

"Apakah anda pernah belajar berenang?"
"Tidak"

"Sayang sekali, berarti anda akan kehilangan seluruh kehidupan anda."

Cerita di atas mengajarkan kita beberapa hal.

Pertama, Kita tidak boleh sombong.

Kedua, Setinggi apa pun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan.

Ketiga, Kita membutuhkan orang lain, tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.



dikutip dari FB Azhary Husni

Monday, June 6, 2011

Mengatasi bad mood

Apa temen-temen pernah mengalami badmood? mungkin jawabannya adalah iya. Bad mood merupakan perasaan tidak menyenangkan yang bisa saja terjadi pada diri kita. Masalah ini bisa jadi cukup mengganggu pekerjaan ataupun hubungan kita dengan sesama. Bad mood sebaiknya segera diatasi, dan cara mengatasinya mungkin setiap orang akan berbeda. Berikut ini adalah beberapa alternatif untuk menghindari atau sekedar mengurangi perasaan bad mood.

1. Yang pertama yang sering banget aku lakukan adalah dengerin music...
 Music bagi saya masih merupakan senjata yang ampuh untuk menentramkan dan menyeimbangkan lagi suasana hati.

2. Menulis di buku diary
Ketika kita mencurahkan isi hati dengan kata-kata atau tulisan, beban yang kita rasakan akan cenderung berkurang. Menulis di buku diary merupakan hal yang menyenangkan sejauh ini saya rasakan. Selain sebagai kesenangan atau hobi, menulis buku diary juga memberi manfaat untuk mengenang setiap kejadian yang ingin kita tulis, dan suatu ketika bisa kita baca kembali. Saya sering membaca catatan diary saya ketika liburan atau merasa kesepian. Cukup menghibur bagi saya... Malah terkadang sering tersenyum-senyum dan heran sendiri membacanya, karena ternyata pemikiran zaman dulu sedikit berbeda dengan pemikiran saat ini.

3.  Bersilaturahmi ke tempat saudara / teman
Tentu saja bersilaturahmi tidak ada ruginya. Selain menambah keakraban antar sesama, silaturahmi juga akan membuka peluang-peluang positif yang lain.

Ditambah lagi yang paling penting sebenernya, yang harus kita lakukan saat hati tidak tenteram atau bad mood adalah mendekatkan diri pada Tuhan... berdoalah...


Kalo kita lihat lagi tulisan yang diatas itu semua ada kaitannya dengan hobi. Dengan berbekal kegemaran akan sesuatu sesungguhnya kita akan mampu mengabaikan persoalan-persoalan kecil yang terjadi dalam hidup kita. Lalu apa hobi temen-temen? Mungkin temen-temen punya cara lain untuk mengatasi bad mood?

Monday, May 2, 2011

Hanyalah Persepsi

Pernahkah kamu merasa hidup begitu berat dijalani?Dan yang hanya bisa kamu lakukan hanyalah menangis?

Begitu banyak kejadian demi kejadiaan silih berganti. Yang terasa hanyalah, begitu cepat kenangan meninggalkan kita. Saat memori mencoba mengingat setiap masa silam yang indah...tentang kebersamaan dan cinta... di dalam hatimu mungkin akan dihinggapi rasa damai, meski peluh air mata justru membasahi pipimu. Dan baru saat itulah tiba2 jiwamu tersadar bahwa semua telah berlalu.

Ibarat ikan yang mencari air kebahagiaan, padahal air itu selalu ada kemanapun ia pergi. Hidupmu adalah anugrah terindahmu, dimana kamu menemukan sesuatu yang kamu cari dan inginkan. Mungkin kamu berpikir sebaliknya... karena semua hanyalah persepsi. Kebahagiaan adalah persepsi, kepedihan adalah persepsi dan masa sulit adalah persepsi.

Kelak masing-masing dari kita akan menuliskan sejarahnya sendiri. Menguraikan setiap langkah perjalanannya, mengingatnya atau menceritakan untuk teman-teman, anak-anak sampai ke cucu. Sesulit dan seindah apapun memang hanya persepsi. Tapi semua itu akan terasa indah untuk dikenang karena setiap peristiwa pasti selalu ada hikmah didalamnya. Jalanilah hidupmu dengan keikhlasan, dengan semangat, dan dengan segenap kemampuan yang ada pada dirimu dan lingkunganmu. Teruslah berusaha dan berdoa pada Tuhan...

Wednesday, March 10, 2010

Do it... siapa takut??

Terkadang untuk melakukan sesuatu tak jarang kita sering terlalu banyak berpikir... loading... Memang seharusnya sebelum melakukan sesuatu kita harus berpikir terlebih dahulu, tapi terlalu banyak berpikir justru akan membuat kita takut untuk melakukan sesuatu. Yaps, berani melakukan sesuatu dan berani mengambil resiko. Saat masih muda kita harus mempunyai keberanian dan semangat yang tinggi, karena itulah yang bisa kita banggakan dan memotivasi kita...

Sudah pernah baca buku "Jangan pernah bermimpi, mulai saja!"? itu karya Pak Suheri (motivator dan pebisnis) Ya, dalam bukunya itu ada kata-kata kek gini, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa sebuah tindakan -Benjamin Disraeli-." Bahagia dalam konteks ini bisa diartikan secara luas... (red: material, mental, spiritual... apalagi???)

Pernah mengalami malu karena melakukan sesuatu? Keberanian memang sarat dengan resiko. Misalnya saja, contoh kecil ;) keberanian untuk berbicara di depan umum. Pada awalnya mungkin akan terasa malu tapi... ayo...jangan berhenti sampai disini... itu adalah proses... Saya pernah merasa nerves bgd waktu disuruh berbicara didepan orang banyak, saya nggak tau mesti ngomong apa???? sumpah... dalam otakku rasanya kosong... setelah itu aku merasa mempermalukan diriku sendiri... hehh. Tapi semua akan segera berlalu, no body perfect... perasaan itu akan berangsur-angsur hilang seiring berjalannya waktu. Selalu ada pelajaran yang dapat diambil dari setiap peristiwa

Wednesday, October 28, 2009

Kaitan Tipe Kepribadian dengan Pekerjaan

Apa Karaktermuu...
Menurut John Holland (1985), Katanya ada enam tipe kepribadian :

Yang pertama : Tipe kepribadian Konvensional

Ada nggak di zaman modern ini yang betipe kepribadian konvensional? Ada/ pastilah... Ciri-cirinya dia tu teliti, cermat, tidak fleksibel, kaku, susah menerima hal-hal yang baru. Kalau aku lihat sih, cermat dan teliti bagus ... tapi kalau kaku tuh susah juga nanti kalau diajak negosiasi. Katanya orang-orang bertipe kepribadian konvensional ini cocok bekerja sebagai sekretaris, akuntan, clerk, atau operator komputer.


Yang kedua : Tipe kepribadian Sosial

Orang bertipe kepribadian ini bersikap ramah pada orang lain, dermawan, suka berempati, persuatif, tanggung jawab, bijaksana dan hangat. Wah baik sekali ya... tapi sebentar aku tebak (yiah sok tahu)... biasanya orang seperti ini mungkin waktu mudanya dia playboy deh... mungkin...atau malah nggak suka punya komitmen yang jelas?Aku punya temen juga berkepribadian sosialis kayak gini.

Tipe kepribadian ini cocok bekerja sebagai guru, ibu rumah tangga yang natural dan penuh kasih sayang, konselor

Yang ketiga : Tipe kepribadian Investigatif

Orang bertipe ini paling rasional diantara tipe kepribadian yang lain, analitist, selalu ingin tahu, kritis, senang menyendiri dan mandiri... wuduwww pasti ne orang perfectionist sekali ya... cocok sebagai dosen, profesor, atau ilmuwan

Yang keempat : Tipe kepribadian Realistis

Katanya Holland kepribadian ini "normal" artinya kebanyakan orang memiliki kepribadian ini. Ciri-cirinya orang ini tidak suka mengumbar kata-kata, keras kepala, materialistis, tidak menyukai hubungan yang terlalu dekat, bersikap wajar dan tidak dibuat-buat, suka terus terang dalam bicara, fleksibel, tekun, cermat, jarang memunculkan pandangan orisinil, suka pekerjaan fisik dan biasanya teman kerjanya adalah mesin. Wah banyak sekali ciri-cirinya ya? heheee

Yang kelima : Tipe kepribadian Artistik

Tahu kan? biasanya nak-anak yang seniman ne dandanannya nggak karuan, nggak terlalu rapi atau malah sama sekali nggak rapi (nggak semuanya seperti itu juga, tapi), tidak praktis, mandiri, imajinatif, impulsif, emosional...

Cocok menjadi aktor desainer atau jurnalis

Yang keenam : Tipe kepribadian Pengusaha atau enterprenuer

Orang ini biasanya suka ngomong, mempunyai kemampuan relationship yang bagus, gigih, ambisius, optimistis, suka mencoba-coba. ya begitulah... dia cocok sebagai pengusaha...

Temen-temen lebih condong ke kepribadian yang mana nih?? Kalau aku sh lebih ke realistis mungkin ya... tapi kadang ada juga ciri-ciri dari kepribadian yang lain.

Wednesday, October 14, 2009

Menghadapi Masalah

Saat ku menulis ini tak ada masalah cukup berarti yang sedang aku hadapi. Indah kurasakan kedamaian saat ini. Di luar ku lihat langit mendung di bulan Oktober.

Sob, kali ini aku ingin menulis tentang "Cara Menghadapi Masalah." Cara supaya aku nggak panik lagi kalau menghadapi masalah. Ya... aku benar2 ingin menghilangkan sikap panik-ku itu... panik yang membuatku nggak tenang dan membuat gaduh suasana hati-ku.

Tidak dapat dipungkiri, hidup ini memang tak luput dari persoalan. Mulai dari hal-hal kecil sampai masalah yang kompleks. Namun ada saatnya kita mesti rilex sejenak merasakan hawa segar agar masalah yang kita hadapi tidak membuat kita stress...sss.

Semasa kecil dulu, mungkin kita merasa hidup ini seperti tak punya beban masalah. Yang kita tahu waktu itu hanyalah bermain... bersenang-senang... minta ini... minta itu... Ingin rasanya merasakan hidup ala anak kecil :)
ingin kembali ke masa lalu. Tapi waktu terus berjalan... Semakin dewasa aku sadar bahwa hidup ini memang tidak sekedar untuk bersenang-senang... Kata orang, hidup ini adalah ujian... Mampukah kita melaluinya? Ada lagi yang mengatakan kalau hidup ini seperti panggung sandiwara... Sanggupkah kita memainkan peran??? Mau pilih peran apakah kita? Peran baikkah? atau peran jahat? Itu adalah pilihan.

Masalah yang ada harus segera diatasi (lihat prioritas masalahnya juga), karena masalah tidak akan selesai tanpa adanya tindakan. Bisa-bisa masalah akan tambah banyak dan akhirnya merepotkan diri sendiri atau bahkan orang lain. Aku mencoba membuat catatan tentang cara mengatasi masalah seperti ini :

1. Jangan katakan, "Aduh... Bagaimana ini... apa yang harus aku lakukan???"
 Kata-kata itu mungkin sering diucapkan oleh orang yang sedang panik, termasuk aku dulu saat panik.

2. Berpikir tenang
 Diam sejenak untuk mendapatkan ide (dua detik mungkin ) Pikirkan langkah yang harus dilakukan.

3. Bertindak dan jangan takut salah
 Lakukan sesuatu! Jangan takut melakukan kesalahan ( bukan berarti juga suka dan sering melakukan kesalahan ). Kita bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang kita lakukan ( supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya)

4. Tegas
 Nah ini... kata temenku aku t kurang tegas dalam mengambil sikap. Hueeh... aku juga nggak suka sikap nggak tegas t... tapi kadang aku malah bersikap nggak tegas, jd sebel m diri sndiri... Yah!!!! Tapi mulai saat ini aku ingin mengubah sikapku itu. Aku harus ingat kalau "Tegas itu bukan berarti bertindak keras..."

5. Jangan lari dari masalah
 Dengan punya masalah hidup akan terasa lebih hidup... lebih dinamis... jadi hadapi masalah dengan bijak. Masalah akan mendewasakan pola pikir kita.

6. Minta nasehat teman
 Lebih baik kita curhat tentang masalah yang kita hadapi ke teman atau orang tua atau siapalah itu... yang kita anggap care dengan kita. Biasanya orang yang punya masalah - jalan pikirannya seakan buntu... nggak ada ide... Nah dengan sharing ke orang lain mungkin mereka punya sudut pandang yang berbeda dalam memandang masalah, dan siapa tahu mereka dapat meringankan masalah yang kita hadapi... :D

7. Yakin bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya... yang terpenting adalah usaha optimal dan do'a yang tulus...

Nah Sob, kamu punya trik khusus nggak buat ngatasin masalah kamu???Kasih tau dnxxx...

Friday, October 2, 2009

Menjaga Hati

Ketahuilah, dalam setiap tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh itu dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu.Ketahuilah, Itu adalah hati.(HR. Bukhari dan Muslim).

Semua manusia pada dasarnya berhati baik, manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan tak berdosa... tapi setelah di dunia ini kita terbuai dengan keindahan dunia yang fana ini dan timbullah keegoisan, keserakahan dan sifat lain yang hampir sama buruknya. Sebagai manusia kita mungkin tak luput dari sifat salah dan dosa... Maka dari itu selalu beristigfar dan ingatlah kepada Tuhan... Karena hanya dengan mengingat Alloh hati kita akan menjadi tenang dan merasakan kedamaian...

Setiap manusia pasti ingin hidup bahagia... Bagaimana cara kita memperoleh kebahagian itu? Semua orang berhak mendapatkan kebahagian, karena itu kebahagian bukan hanya milik mereka yang punya mobil mewah, apartemen megah, yang berwajah tampan atau cantik... Semua orang bisa bahagia, karena bahagia itu tercipta dari hati kita sendiri. Suatu ketika aku melihat pengamen yang ada di jalanan... Mereka masih bisa tertawa sama teman2 mereka...

Hati kita harus kita jaga agar kita mendapatkan kebahagiaan hidup... Ada beberapa hal yang harus dihindari untuk menjaga hati kita... Antara lain banyak bergaul yang nggak bermanfaat, berangan2 panjang yang nggak jelas ujung pangkalnya, bergantung kepada selain Alloh, pandangan yang berlebihan, ucapan dan tertawa yang berlebihan dan mungkin masih banyak hal lain yang belum aku tulis di sini....

Oia ini ada lirik lagu jagalah hati...

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi

Bila hati kian bersih, pikiran akan jernih
Semangat hidup nan gigih, prestasi mudah di raih
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Alloh kian jauh
Bila hati kian suci, tak ada yang menyakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati

Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Akhlaq kian terpuruk, jadi makhluq yang terkutuk
Bila hati kian lapang, hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Seakan terus terimpit, lahir batin terasa sakit