Showing posts with label pengalamanku. Show all posts
Showing posts with label pengalamanku. Show all posts

Thursday, November 26, 2015

Siapakah Jodohmu?



Kira-kira enakan mana?udah nikah atau belum nikah?
Mungkin tidak perlu ak jawab ya…
kan yang tanya aku masak ak juga yang harus jawab? :D

Aku masih ingat dulu sewaktu aku masih SMP…. Di masa itu udah ada temen ku yang pacaran. Masih terlalu dini ya untuk dibilang mereka pacaran seriusan. Tapi faktanya ada juga temenku yang dari SMP mereka pacaran berlanjut ke jenjang pernikahan. Mungkin udah 6 tahun-an lebih ya pacarannya. Herannya kok bisa betah gitu ya…

Sedangkan aku waktu itu belum begitu banyak dilirik orang kali ya makanya gak punya pacar. Hmmm tapi ak syukuri. Karena ak sempat melalui masa itu. Masa-masa sekolah, masa-masa gak punya pacar… karena sekarang aku bisa bandingin dengan masa sekarang saat aku udah menikah.

Dan dulu itu sempet aku merasakan gimana rasanya pergi kondangan sendirian (red:gak punya pacar) terus udah nyampe di tempat kondangan, dengerin backsound acara nikahan jadi kebawa suasana…. Melas… gitu rasanya hidup di dunia ini… Lihat temen yang lain bawa gandengan….(truck aja gandengan masak kamu enggak, gitu katanya) Jalan bareng cowok cewek gitu… aku cuma bisa melihat mereka dan berkata dalam hati… mungkin nanti aku juga seperti mereka.
Dan waktu terus berjalan setahun, dua tahun, tiga tahun… bertahun-tahun… sampai akhirnya tahun 2014 bulan Mei tanggal 27 aku menikah. Alhamdulillah

Dari situ aku bisa tau jawaban dari pertanyaanku dulu. Siapa jodohku?
Dulu aku mengira kalau yang namanya jodoh itu pasti ketika ketemu  ada perasaan deg-deg-an, panas dingin, gugup, dan salah tingkah itulah jodohku. Tertanya bukan itu
Dulu aku juga mengira disaat kita suka seseorang pada pandangan pertama, itulah jodohku. Dan ternyata bukan juga… (Nggak tau ya apakah ini berlaku untuk semua orang apa enggak, tapi itulah pengalamanku) Yang jelas jodoh masing-masing orang sudah digariskan oleh Alloh SWT

Saranku untuk sobat yang belum ketemu dengan jodohnya, yang masih pacaran itu belum tentu jadi jodohnya. Jadi pacaran itu sebenernya perlu nggak? Tergantung kita mengartikan pacaran itu seperti apa. Kalau kita memaknai pacaran sebagai cara untuk menghilangkan kesepian, mengisi hari-hari kita, terus suruh nganterin kita kemana kemana itu menurutku fungsi pacaran kurang tepat karena untuk itu semua kan ada keluarga atau teman-teman yang bisa menemani kita.

Terus kalau pacaran diartikan sebagai cara kita untuk berkasih sayang, cinta-cintaan, berdua-duan itu jadinya kurang pas untuk kamu yang muslim terutama, kan udah dibilangin kalau berdua-duaan sama lawan jenis itu yang ketiganya syaitan…. Habis tu ntr kalian cuma menghabiskan waktu kalian dengan telpon2an, cemburu-cemburuan, ngambek-ngambekan, udah gitu putus! Balikan putus lagi!

Kalau menurutku pacaran itu akan berguna ketika kita udah siap untuk menikah. Dan kalau bisa jangka waktu pacarannya itu jangan lama-lama. Mungkin 3 bulan, atau setahun aja lah kalau misalnya LDR untuk lebih mengenal siapa keluarganya, bagaimana karakternya dan siapa aja temennya. Dan disaat kita sekiranya nanti bisa menyayanginya dan menjalani hidup dengannya, saat itulah kita hrs menikah.

Saranku juga buat sobat yang belum menikah (belum ketemu jodohnya) tetaplah bersikap istikomah, bersabar dan jangan iri melihat orang yang lagi boncengan motor. Kan kamu juga bisa boncengan motor sama bapakmu atau sama ibumu kalau gk temen-temenmu. Seru jugakan pergi beli bakso sama mereka…

Dan bagi yang sudah menikah. Sama seperti aku. Semoga kita bisa berperan sebagai istri-ibu/suami/ayah yang ikhlas menjalani kewajibannya…. Lebih bisa mengalah daripada ingin menang sendiri… dan yang paling penting semoga bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Amin…

Monday, March 26, 2012

Pernahkah?

Pernahkah kamu merasa, kesepian?
Pernahkah kamu merasa, orang yang kamu sayangi tiba-tiba menjadi diam dari yang dulunya selalu membuatmu tersenyum, selalu sms atau menelponmu? Pernahkah tiba-tiba perasaanmu menjadi kacau hingga kamu tidak tahu lagi perasaan apa namanya yang kamu rasakan? kamu menjadi sedih, rindu, atau justru marah dengan keadaan yang kamu alami? Pernahkah kamu mencoba memahami apa yang sebenarnya kamu alami? Mencoba untuk menerima perubahan tanpa harus memprotesnya? Berusaha membiasakan diri dari pada harus menjelaskan seperti apa orang harus bersikap denganmu? Lalu saat orang yang kamu sayangi berbaik hati denganmu dan bersikap manis, apakah hatimu masih menyisakan keegoisan?

sudah... sudah... sepertinya aku terlihat terlalu serius hari ini. cermin mana cermin! Cermin, katakan padaku apa mukaku terlihat kusut hari ini? mungkin aku harus sedikit tersenyum... aku rasa lebih baik...

"Ternyata tersenyum bisa mengubah suasana hati... "
Ya memang, aku selalu percaya kata2 itu.

###
Kondisi emosional seseorang bisa saja mengalami fluktuasi, apakah bisa disamakan dengan kondisi keimanan seseorang? Apakah orang yang tingkat keimananya lebih baik, kondisi emosi dalam jiwanya juga lebih stabil? Bisa jadi...
Aku belum bisa mengukur dengan pasti, seberapa besar tingkat keimananku... entahlah, mungkin ini tercermin dari kondisi emosionalku yang masih labil kadang-kadang, galau juga kadang-kadang. Tapi aku bilang ini jauh lebih baik dari kondisiku sebelumnya alhamdulillah. Sedikit demi sedikit aku merasa lebih dewasa...

Seminggu ini aku belajar bahwa tidak marah bukan berarti menerima sikap buruk orang lain, tapi hanya tak ingin masalah kecil mengusik ketenangan hati. Aku hanya harus bersabar...
Satu hal yang ingin aku ubah dalam hidupku... aku ingin cepat menghilangkan sisa-sisa keegoisan dalam hatiku... karena hal itu kerap membuatku merasa menyesal...

...
Damaikan hatimu, karena urusanmu dengan Tuhan adalah menjaga hati agar tetap baik. Sedangkan urusanmu dengan orang yang berbuat buruk terhadapmu itu adalah bukan urusan dan tanggung jawabmu. Itu urusannya dengan Tuhan. Kamu tak perlu repot-repot memikirkannya, karena kasihan sekali hidupmu kalau hanya gara-gara masalah 'kecil' seperti itu bisa membuatmu tidak bahagia di dunia ini. Hidupmu terlalu berharga untuk disia-siakan. Hidupmu terlalu berharga untuk sekedar diisi dengan kegalauan dan kesedihan... Kamu harus semangat, alam semesta ini (lebay :D) pasti lebih senang melihatmu ceria dan bersemangat daripada menyaksikan wajahmu yang murung... God Bless Us

Monday, October 10, 2011

Apa kamu beneran 'mau' marah?

Saat aku menulis ini aku sedang tidak marah. Sebenernya sudah dari kemaren aku ingin menulis ini, saat aku merasakan sedikit perasaan emmm marah...

Sempet kemaren marasa sebel dengan seseorang, 'hanya gara-gara ucapan' Mungkin kedengarannya simple sekali. Ya memang simpel.

Tapi sungguh aku tidak betah kalau harus mendiamkan marahku dan tetap menyimpannya didalam hati. Meskipun masih merasa sebel tapi aku nggak betah dengan suasana seperti itu.

Sehari aku ngambek dan cuek, hingga akhirnya aku sadar aku memikirkan masalah yang sebenernya tidak penting. dan sepertinya kasian sekali hidupku kalau hanya karena masalah sepele harus bersedih...


... Buka FB
Secara kebetulan di facebook aku baca postingan dari Pak Mario Teguh, cukup menginspirasi buatku...

Pikirkan terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan untuk marah
Berhati-hatilah dalam pelampiasan kemarahanmu.
Janganlah engkau merasa aman karena engkau hanya melampiaskannya sebentar, tidak lama, dan segera setelah itu engkau bersabar lagi, dan meminta maaf.
Sekejap meledaknya kemarahan, sama dengan kejapan ledakan bom atom.
Bagaimana engkau bisa mengharapkan hati orang lain akan seutuhnya pulih dari kerusakan yang terjadi dalam sekejap itu?
Marahlah, tapi gunakanlah tenaga dari kemarahanmu untuk justru menaikkan kelasmu.

Mario Teguh


Kata-kata yang menyentuhku adalah sekejap saja kita meledakkan kemarahan, maka sama dengan kejapan ledakan bom atom.
Hmmm ya memang, aku pikir juga begitu. Biasanya setelah aku marah, setelah itu ada perasaan seperti 'menyesal' atau apa semacam itu...
dan akhirnya gantian aku yang merasa bersalah...
(ngambek gantian ceritanya...)


...sebuah cerita berjudul Paku dan Kemarahan
 Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang mempunyai sifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan pemarahnya, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah memakuakan 48 buah paku ke pagar… Lalu secara bertahap jumlah itu mulai berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar rumah.

Akhirnya tibalah waktu dimana anak itu merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu, dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang dipagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.” Sang ayah terdiam sejenak, lalu kembali melanjutkan kata-katanya, “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahanmu, kata-katamu telah meninggalkan bekas seperti lubang ini…di hati orang lain.”

“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu…Tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka tusukan itu akan tetap selalu ada…dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka pada fisik kita…”

###




Ya memang saat kita marah tanpa kita sadari kita akan melakukan hal-hal yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Berkata-kata kasar atau lebih parah dari itu. *jangan ya... Maka dari itu lebih baik pikirkan lagi kalau kita mau marah. Sebenernya marah kita itu berguna atau tidak. Ataukah dengan kita marah justru memperburuk situasi, dan memperbesar masalah? Bersikaplah sebagai orang dewasa... yang bisa menyederhanakan masalah bukan malah membuatnya menjadi semakin rumit.

Good Luck untuk hari ini, tetap semangat :')

Friday, September 23, 2011

Lakukan sesuatu...

...
Menunggu = Letih, Capek, Bosan... Begitulah kira2 kata yang akan kita bayangkan apabila mendengar kata-kata "menunggu".

Sebuah cerita...
Sore itu, menjelang maghrib aku masih saja duduk dengan perasaan tak sabar di kamar kostku. Sebuah  penantian yang panjang... (penantian galon aqua) :D. Pesanan galon belum juga diantar padahal pesannya sudah beberapa jam yang lalu, dan tidak ada kepastian konfirmasi kapan nyampenya... Rasanya aku capek meskipun hanya duduk saja...

Waktu itu aku jadi berpikir, kalau begitu lebih baik aku melakukan sesuatu dari pada hanya duduk termenung dan menunggu... mau mandi juga soalnya belum mandi sore... tapi hmm aku kepikiran lagi ntar kalo orang yang ngantar aqua datang akunya gak tau gmn? hmm yaudah nyempetin nunggu lagi... dan akhirnya temen kostku datang dan aku nitipin duit buat beli galon misal nanti galonnya dah diantar... dan akhirnya aku kesampean mandi juga...
###



"Ketika kepala terasa penuh karena ide dan pemikiranmu, lakukanlah sesuatu... "

Satu jam yang digunakan untuk merasa khawatir, lebih melelahkan daripada satu jam untuk bekerja keras.
Dan dia yang bekerja keras, tidak memiliki banyak waktu untuk khawatir.
Perhatikanlah, saat Anda khawatir, adalah saat Anda jauh dari tindakan yang menyelesaikan kekhawatiran.

Maka,

Segera setelah rasa khawatir itu timbul, lakukanlah sesuatu yang memampukan Anda menyelesaikan yang mengkhawatirkan Anda itu.

Hidup ini bukan untuk khawatir.
Hidup ini untuk berbahagia.
Maka bertindaklah.
 



SepeRtiNya satu tiNdakan Lbh berarti dRpd memikiRkannya sampai pusing tujuh keLilingg
ThaRie Wae

Thursday, September 15, 2011

Syawalan 1432 H di UP 45

Setelah menanti kurang lebih 2 minggu, akhirnya acara syawalan diadakan juga. Aku kira tidak ada syawalan di tempat aku bekerja tahun ini. Meskipun sudah 2 minggu berjalan dari Hari raya idul fitri, alhamdulillah suasana lebaran masih terasa dekat di hati... masih di bulan syawal, :D

Acara syawalan cukup sederhana dengan hiburan music2 religi live... Yang menarik adalah pengajian syawalannya. Awal yang tidak cukup berkesan, dan aku kira bakalan membosankan tapi ternyata justru sebaliknya. Materi yang disampaikan menarik, tentang makna idul fitri...

Disini aku ingin menulis point-point yang masih aku ingat. Semoga saja bermanfaat bagi siapapun yang membacanya termasuk aku sendiri...

Tentang makna idul fitri...
Idul fitri adalah kembali Fitrah/Suci/Putih
Syawal artinya adalah peningkatan

Bermula dari menahan diri (dengan berpuasa memperbanyak amal ibadah) di bulan ramadhan dan menyebabkan jiwa kita kembali fitri (putih). Dengan jiwa kita yang suci maka menjadikan kita pribadi yang jujur



Siklus menjadi jiwa yang bersih/fitrah

Gambar disamping merupakan siklus, yang mana semakin kita mampu menahan diri maka semakin putihlah hati kita... dan akhirnya semakin jujur pribadi kita. Semakin kita jujur maka semakin kuatlah kita menahan diri dan semakin putihlah jiwa kita.


Jujur sebagai bagian dari budaya
Orang Jepang terkenal dengan budaya mereka yang menjunjung tinggi kejujuran dan tidak mau mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya... dan hasilnya masyarakat Jepang menjadi masyarakat yang tertib, aman dan disegani...

Untuk Apa Hidup Ini?
Hidup ini tidak lain adalah untuk kembali ke alam keabadian (akherat). Hanya ada 2 pilihan (Surga atau Neraka?)

Barangsiapa memilih jalan Surga maka berpegang teguhlah pada ajaran yang benar... beribadahlah dan niatkan hidup yang hanya sekali ini untuk memperoleh kebaikan di dunia dan terutama di akherat kelak.

Ciri orang yang jiwanya dekat dengan Surga
1.  Mudah kasihan/tersentuh pada orang yang menyusahkan/menyakitkan kita
Adalah hal yang logis... dimana orang yang salah nantinya akan mendapat balasan neraka, sedangkan orang yang melakukan kebaikan akan mendapatkan balasan surga... Jadi kasihanilah teman/saudaramu yang menyakitkanmu... ajaklah dia kembali ke jalan yang benar

2.  Menyikapi hal biasa dengan biasa dan hal luar biasa dengan luarbiasa. 
Pertanyaanya bisakah kita membedakan mana perkara biasa dan mana perkara luar biasa di dunia ini?

Apakah tidak sholat adalah hal yang biasa?
Apakah pesta dan minum2n keras merupakan hal yang biasa?


"Masalah di dunia ini adalah hal yang biasa jadi sikapilah dengan cara yang biasa/wajar"
"Masalah yang menyangkut kehidupan akherat dimana kita hidup kekal disana adalah hal yang luar biasa jadi janganlah menganggapnya biasa"

3.  Tidak menjadikan kesenangan dunia menjadi orientasi hidup dan kehidupan....
Kita boleh mencari kesenangan dunia sebanyak-banyaknya untuk kesenangan di akherat kelak.
Belajarlah untuk mengerti mana yang menjadi kesenangan dunia semata dan mana yang menjadi kesenangan sesungguhnya.

Mengaji dan beribadah, jadikanlah kesenangan duniamu karena itu juga akan membuat kebahagianmu di akherat

Monday, August 8, 2011

Keikhlasan Memberi...

Bulan Juli 2011...
Ada banyak hal yang membuat aku harus mengeluarkan lebih banyak biaya di bulan itu. Hingga setiap kali aku mengambil uang di ATM hampir-hampir aku mengucapkan "Ya Alloh, semoga aku bukan termasuk orang yang boros" (katanya sifat boros itu perangainya setan).

.... harapanku semoga dibulan-bulan berikutnya... setelah ini aku lebih bisa mengatur dan mengendalikan keuanganku... lebih melihat lagi prioritas kebutuhan dari pada hanya sekedar keinginan semata.

###
Memberi kepada seseorang yang membutuhkan itu KEBUTUHAN atau KEINGINAN?
Jika hanya sebatas KEINGINAN, bagaimana kalau rasa ingin itu tidak ada? TIDAK ADA KEINGINAN untuk memberi dan berbagi?mungkin harus merasakan RASA BERAT. DAN...
 Mungkin jalan satu-satunya adalah dengan paksaan diri kita sendiri...
Meskipun terkadang terasa berat untuk mengikhlaskan sesuatu yang kita miliki,,,,yakin sajalah lama kelamaan akan terbiasa untuk ikhlas. amin

TAPI jika dirasakan sebagai KEBUTUHAN, mungkin semuanya menjadi RINGAN, dan IKHLAS karena percaya nantinya APA YANG KITA TANAM pasti KITA PETIK...

Jika awalnya terasa berat, semoga lama-lama sebaliknya,,,jadi ingin ingin dan tetap ingin untuk berbagi. Karena sedekah itu menentramkan jiwa... dan Tuhan akan memberikan hadiah yang lebih indah dari pemberian kita. Saat tersadar bahwasanya rezeki itu sepenuhnya adalah milik Tuhan... semuanya menjadi terasa ringan dihati. Rezeki adalalah kuasanya Tuhan...

Kalimat yang menyadarkanku...
Setiap kali aku merasakan sesuatu yang berat di dalam hati
karena belum ikhlas memberi sesuatu yang  kita punyai,
aku teringat kalimat ini...
yang secara kebetulan ak mendengarnya dr radio
Yang membuat kaya bukan karena pelit tapi karena berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa
Kalimat  yang secara berangsur-angsur mampu mempengaruhi dan menentramkan perasaanku....

###
Do'a...
Ya Alloh, jadikan kami menjadi kaya
kaya materi dan kaya akhlaq baik kami...
yang bijaksana dengan apa yang dipunyai,
dan bersikap tegas dengan menganut kebenaran Mu

Jadikanlah kami mengerti tentang apa yang terbaik bagi diri kami,
merasa lega akan nikmat-Mu
dan jadikanlah kami hamba-hamba yang selalu bersyukur...

Jagalah hati kami,
agar tetap rendah hati dan mau berbagi dengan sesama...
Jadikan mata kami tetap melihat jalan lurus Mu
di tengah gemerlapnya kehidupan dunia
Tentramkanlah hati kami dengan apa yang kami miliki
Damaikanlah perasaan kami, 

Amin Ya Robbal'alamin,


Tuesday, August 2, 2011

Lebih dari sekedar "uang"

Pagi itu masih dalam suasana liburan setelah kelulusan. Banyak waktu luang yang aku punya, tapi justru membuatku merasa terkekang dengan banyaknya ide-ide dan rencana yang masih belum jelas. Saat itu waktuku lebih banyak kuisi untuk melamar kerjaan dan belum nemu tempat yang sekiranya pas untukku...selain juga menyempatkan diri mengunjungi perpustakaan daerah di Bantul.

Perpustakaan itu cukup hidup dengan pengunjung-pengunjungnya. Meskipun ruangan tidak terlalu luas, cukuplah untuk memberi kenyamanan membaca. Karena suasana yang sejuk dan dari dalam bisa melihat pohon-pohon rindang melalui kaca-kaca jendela.

Pohon-pohon itu rindang sekali... Hingga mampu merefreshkan kembali kepenatan yang ada dlm pikiranku. Terkadang terlintas inspirasi karena kesejukan memandangnya...
Satu kalimat yang tiba-tiba muncul waktu itu,
Lihatlah dunia dengan santai dan kreatif...
                                          by shutrwin @perpusda Bantul
Alhamdulillah, puji syukur pada Mu Ya Tuhanku... terima kasih atas perasaan damai dihatiku...

###

Kamis, 24 Februari 2011
Ada pelajaran berharga hari itu... Ketika aku sedang berada dalam perjalanan menuju PERPUSDA Bantul. Aku kenalan dengan seorang bernama Tri, rumahnya Sanden. Secara kebetulan kami bertemu di dalam bus. Dia mau pergi ke tempat kakaknya di daerah Wonosari. Ngobrol-ngobrol ternyata dia lulusan UNY. Aku lupa menanyakan jurusan beliau apa, tapi katanya sekarang beliau bekerja di sebuah koperasi pertanian. Meskipun gajinya tidak seberapa, katanya Bu Tri senang bekerja di sana. Bisa membantu petani khususnya petani kecil.

Menurut ceritanya, ternyata Bu Tri menyukai kegiatan yang berbaur dengan alam. Meskipun usianya bukan remaja lagi, dia masih aktif dalam kegiatan sosial. Ketika erupsi merapi th lalu ( Oktober 2010) beliau dan teman-temannya juga ikut menggalang dana dan memberi bantuan kepada korban merapi. Katanya lagi, orang yang suka berbaur dengan alam biasanya akan memiliki jiwa sosial yang tinggi dan bisa membawa diri dengan berbagai karakter orang, sehingga lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Sebuah kata-kata yang menarik yang aku dapatkan dari beliau adalah tentang pemaknaan rizki.
Rezeki itu tidak selalu harus berwujud materi atau uang. Yang terkadang lupa kita syukuri adalah rezeki sehat, sahabat, lingkungan yang baik, pikiran dan hati yang positif dan ketenangan jiwa yang membuat diri menjadi damai
 That's right, its good statement Bu Tri...

KEKAYAAN ITU LEBIH LUAS
DARIPADA HANYA UANG.


Pernyataan di bawah ini aku kutip dari Pak Mario Teguh

Kekayaan yang utama adalah iman;
baru kemudian kesehatan, kedamaian,
keluarga yang bahagia, nama baik,
dan peran yang bernilai bagi sesama.

Saturday, July 30, 2011

Hidup, Lelucon atau Tragedi?

Sore itu aku belanja disebuah swalayan. Niatnya cuma mau beli shampoo tapi kalo udah dihadapkan dengan banyak pilihan (red:barang) yang bagus-bagus biasanya mlh kelupaan niat utamanya mau beli apa. Ngeliat barang-barang baru , sekedar untuk tahu harga dan modelnya juga dah lumayan bikin seneng. Ntar-ntar kalo punya duit baru deh beli hehe.
Tiba-tiba aja mataku ini langsung tertuju pada rak sebuah buku yang ada ditoko itu. Disana ada buku kecil yang cukup menarik perhatianku. Sempet baca sampulnya. Kira-kira intinya

"Bagi orang yang mengandalkan pemikirannya hidup ini adalah lelucon, bagi orang yang mengandalkan perasaanya hidup ini adalah tragedi..."

Hmm, kata-kata yang bagus pikirku. Kira-kira aku lebih ngandelin yang mana ya? pikiran? atau perasaan?

Aku kira lebih cenderung mengandalkan perasaan daripada pikiran deh, karena ak tau orangnya suka nggak enakan. Wah tapi repot juga kalo cuma ngandelin perasaan, masa' katanya bagi orang yang mengandalkan perasaan hidup ini adalah tragedi... Emang sh baiknya hidup ini harus balance. Hidup harus seimbang. Harus tau tempat dimana pikiran/perasaan yang lebih diutamakan.

Sunday, March 21, 2010

Workshop Dasar KHA dan Landasan Forum Anak Kab Bantul

Hari Minggu tanggal 21 Maret kemaren aku mengikuti sebuah workshop tentang “Dasar KHA dan Landasan Forum Anak Kabupaten Bantul” di balai desa Wijirejo. Workshop yang menyenangkan meskipun pada awalnya aku mengira akan biasa-biasa saja. Banyak pelajaran baru yang saya dapatkan dari acara yang berlangsung selama sehari tersebut, jadi tau tentang hak-hak anak… mengapa perlu dibentuk forum anak dan pengalaman bertemu dengan teman-teman baru.
Ehm ya ngomong-ngomong udah pada tau belum tentang KHA. Itu…  konvensi hak anak. Kayaknya udah pada tau deh :D Besok aja ah posting tentang KHA-nya, sekarang mau cerita dulu. Cerita yang kudapat kemaren sewaktu workshop mumpung masih ingat.

Sebuah cerita...

Mungkin, temen2 udah pernah dengar cerita berikut.  Cerita “Gadis dan Kue-kue”, itu judulnya. Ini cerita yang ku dapat dari workshop KHA, menurut versiku sendiri aja yang masih kuingat. Begini ceritanya… udah… baguskan ceritanya… haha belum dimulai kali…

Di sebuah bandara, seorang gadis sedang menanti penerbangannya. Suasana di bandara itu terlihat sangat ramai dan orang-orang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Untuk menghindari kebosanan gadis yang hanya seorang diri di bandara tersebut memutuskan untuk membeli sebuah buku dan sebungkus kue. Gadis itu lalu duduk di sebuah kursi panjang yang ada di bandara, membolak-balik buku dan membacanya. Tak lama setelah itu datanglah seorang laki-laki muda yang duduk di sampingnya. Laki-laki itu juga melakukan hal yang sama seperti gadis itu, baca buku.

Sembari membaca bukunya gadis tersebut menikmati roti yang ada di dekatnya. Dia ambil satu roti dan melanjutkan membaca. Hal yang sama juga dilakukan oleh laki-laki yang berada di sampingnya. Dengan perasaan yang heran gadis tersebut berpikir dalam hatinya… “Kurang ajar sekali laki-laki ini, dengan santainya makan roti punya orang lain tanpa minta izin” begitulah gerutu gadis itu. Lalu gadis tersebut berniat untuk melupakan hal itu, dan meneruskan membaca. Selang beberapa waktu gadis tersebut mulai mengambil lagi sepotong roti itu. Tanpa ragu laki-laki yang berada disampingnya juga melakukan hal yang sama. Begitulah seterusnya sampai pada akhirnya hanya tersisa sepotong roti.

Gadis tersebut berpikir dalam hatinya, “ Sekarang rotinya tinggal sepotong, aku ingin lihat apakah laki-laki tersebut masih berani mengambilnya…” Benar… ternyata laki-laki tersebut mengambil roti itu.          “ Wah bener-bener keterlaluan ne anak…”, gerutu gadis itu dalam hati. Laki-laki tersebut mengambil roti kemudian dibagi dua… yang sebagian ia makan dan sebagian lagi ia kasih ke gadis yang berada di dekatnya. “ Apa?? Dengan santainya orang ini membagi roti untukku?? Nyadar nggak sih???” begitulah pikiran gadis itu. Karena sangat kesal gadis tersebut meninggalkan kursi dan bergegas untuk pergi…
Setelah sampai di tempat boarding gadis itu segera menuju ke seatnya dan mencoba melupakan kejadian yang dialaminya dengan tetap melanjutkan membaca buku. Setelah menyelesaikan buku bacaanya dia memasukkannya ke dalam tas. Betapa terkejutnya gadis itu ketika di dalam tasnya ia menemukan bungkusan roti yang masih utuh. Ia merasa menyesal tentang apa-apa yang telah ia pikirkan tentang laki-laki itu. Tapi sekarang laki-laki itu telah pergi dan mungkin entah kapan gadis itu bisa menemuinya lagi untuk yang kedua kalinya, untuk sekedar menerangkan kelalaiannya ataupun meminta maaf… 

Ya… begitulah ringkasan cerita yang masih kuingat.  Terkadang tanpa disadari hal-hal kecil semacam ini dapat saja dialami oleh siapapun karena kelalaian. Beberapa pelajaran yang mungkin dapat kita ambil dari kisah tersebut antara lain :
Ada 4 hal yang tidak dapat dikembalikan lagi di dunia ini
1.    Batu ...... Setelah iya di lontarkan
2.    Kata ...... setelah iya di ucapkan
3.    kesempatan ....... setelah dia hilang!!
4.    waktu .... setelah ia berlalu!!!
Sebelum semua hal tidak dapat di kembalikan, maka berhati-hatilah dalam berucap, bertingkah laku dan memanfaatkan waktu.

Oke...hhh... lihat cerita yang lainnya yuk!klik di sini

Thursday, December 24, 2009

Alergi Kulit

Akhir2 ini  panas banget, bumi ini semakin panas... Kondisi seperti ini membuatku gerah dan akhirnya badanku gatal2... katanya sih aku alergi. Emangnya ada ya alergi karena kepanasan... ??? repot juga kalu seperti ini terus...

Waktu aku periksa ke dokter, katanya alergi seperti ini biasa dikenal sebagai dermatitis atopik. Ya... itu sejenis penyakit kulit yang bisa datang dan pergi kapan saja. Penyakit ini bahkan datang tidak hanya sekali, tapi bisa berkali-kali.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit dermatitis atopik. Di antaranya adalah kebersihan lingkungan, faktor genetik atau keturunan, alergi makanan; hingga alergi pada binatang peliharaan. Repotnya, kalangan medis hingga kini belum menemukan obat mujarab untuk mengobati penyakit ini. Seperti penyakit gatal pada umumnya, penyakit ini memang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bila tidak diambil tindakan medis, radang kulit tersebut bisa meluas. Obat yang ada hanya untuk mencegah  agar area tidak meluas sehingga penyakitnya bisa hilang dengan sendirinya.

Waktu itu aku pakai Hidrocortison untuk mengurangi alergi ini.


Wednesday, October 28, 2009

Akhlaq

Puasa tahun kemarin maren, 7 September 2008

Diambil dari buku diaryku yang sudah lama terpendam di almari...

Saat itu sudah seminggu puasa aku lalui. Rasanya cepet sekali waktu berlalu karena hari-hari aku lalui dengan perasaan senang. Banyak aktivitas tetap dilalui meskipun puasa, kuliah teteeep,  kumpul ma temen-temen, tadarusan bareng sehabis tarawih, pengajian minggu pagi meskipun nggak terlalu sering ikut jg sh...  Minggu itu aku ikut pengajian di halaman PKU Muhammadiyah Bambanglipuro, seru juga... Pengajiannya mengesankan, meskipun yang dateng banyak dari kalangan bapak/bapak sama ibuk/ibuk, dikit nak muda yang ikut.Pengajian waktu itu dimulai sekitar pukul 6 pagi. Aku terkesan dengan  Isi pengajiannya... bagus juga. Yang ngisi waktu itu pak Fachruddin.

Inti pengajian waktu itu ngomongin tentang akhlaq. Apa itu akhlaq? Penerapannya? dan juga perumpamaan akhlaq. Seingatku yang aku dapat dari pengajian itu, akhlaq adalah suatu perbuatan! Perbuatan manusia yang dilakukan berdasarkan kebiasaanya, sehingga menjadi karakter bagi orang tersebut. Biasanya kita menyebut orang tersebut berakhlaq baik kalau orang tersebut mempunyai kebiasaan yang baik dan sebaliknya, ya nggak? ini beda halnya dengan orang yang belum mempunyai character yang baik, artinya dia belum mempunyai kebiasaan yang baik atau berbuat baik hanya pada saat-saat tertentu, pada orang-orang tertentu saja. Membingungkan nggak? Ya gitulah pokoknya. Intinya kalau agamanya baik akhlaqnya pasti juga baik karena Rosululloh pernah bersabda kalau sebenernya agama itu adalah akhlaq yang baik. Benarkan??

Penerapan akhlaq yang baik menurut pak ustad Fachruddin katanya, contoh kecilnya saja nih, permisi kalau lewat di jalan sama orang sekitar, apalagi kalau kita udah kenal sama mereka...teruss contoh lagi... mengucapkan "innalillahi wa innailaihi roji'un" kalau kita terkena musibah (tersandung batu mungkin... ) Dan masih banyak hal lain lagi, ya pokoknya kebiasaan-kebiasaan lain yang menyangkut etika dan sopan santun. Semua itu adalah suatu kebiasaan atau hal yang dilakukan secara spontanitas. Mungkin kalau saat ini kita belum terbiasa katanya harus dibiasakan atau mungkin malah dipaksa agar biasa melakukan hal yang baik. Aku setuju. Toh nantinya kalau kita sudah terbiasa melakukan hal yang baik meskipun awalnya terpaksa lama-lama pasti jadi biasa. Sama halnya seperti puasa. Di awal puasa mungkin terasa berat menjalaninya, tapi lama-lama biasa juga.

Hal yang paling mengesankanku dalam pengajian ini waktu pak uztad itu menyampaikan perumpamaan gini... katanya akhlaq itu nilainya satu, sedangkan yang lain-lainnya...cantikk, kayaa, pangkatt..semua itu nilainya nol. Artinya akhlaq yang baik itu lebih penting dari segalanya. Pak uztad bilang katanya, "Kalau yang satu itu udah di tangan yang laen-laennya itu bisa nambah nilai pahalanya. Bayangkan, angka satu sudah ada, kalau ditambah nol nol di belakangnya? jadi bernilai puluhan, ratusan, bahkan ribuan sampai berapa kita nambah angka nol kan? Sama halnya dengan akhlaq. Kalau kita sudah punya ahklaq yang baik semua itu, cantik,kaya, pandai semua akan menjadi pelengkap yang baik. Sebaliknya kita kaya... cantik... pandai... tapi akhlaqnya jelek (nol)? apa orang itu bisa diterima dengan baik oleh orang lain?teman-temannya? " Gitu katanya kurang lebih...

Udah ah

Bagaimana menurut temen-temen?

Tuesday, October 6, 2009

Halal bi halal

Hari Selasa, 6 Oktober 2009 ada acara syawalan di Balai Desa Mulyodadi. Sebenernya tidak hanya syawalan saja acaranya, tapi sekalian ada pengukuhan LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa) Mulyodadi masa bhakti 2009 - 2012. Acara tersebut antara lain dihadiri oleh pengurus LPMD, TP-PKK, RT, Karang Taruna Desa Mulyodadi,dan Lurah Desa Mulyodadi.

Acara yang paling mengesankan menurutku saat itu adalah saat Hikmah Halal bi halal yang diisi oleh Uztad H. Fachrudin, S.Ag. Kalau dihitung sudah dua kali ini aku mengikuti ceramah beliau. Yang pertama dulu saat bulan puasa 2008 di PKU Muhammadiyah Sribit dan yang kedua saat syawalan di Balai Desa. Aku suka gaya ceramahnya yang santai dan sedikit humoris... lebih mengimplementasikan pada contoh dan kebiasaan sehari - hari.

Waktu itu Pak Fachrudin membahas tentang Halal bi halal. Halal bi halal merupakan suatu tradisi masyarakat muslim di Indonesia (atau negara lain aku kurang tahu) yang jelas tidak semua negara mempunyai kebiasaan halal bi halal ataupun mudik lebaran saat hari raya idul fitri. Tradisi berbeda dengan tuntunan. Tuntunan merupakan suatu yang dilakukan oleh orang banyak secara Universal ( Semua orang ). Sebagai contohnya sholat, puasa, zakat... Semua umat muslim melakukannya... "Sedoyo umat Islam nindaaken sholat... sing sholat...", Pak Fachrudin bilang. Hhhee he, iya seharusnya seluruh umat islam mendirikan sholat. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada saja yang mengaku beragama islam tetapi tidak sholat. Menyadarkan orang untuk sholat memang gampang2 susah. Apalagi kalau orang tersebut tidak sadar akan kewajiban sholat. Yah kita menyadarkan diri kita sendiri saja dulu... biar sholat tepat waktu... dan nggak malas2an.

Kita tidak saja perlu membina hubungan baik dengan Tuhan saja (Alloh), tapi dengan sesama manusia pun harus baik. Cara menjaga hubungan baik dengan Tuhan yaitu dengan selalu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan kata lain kita harus bertaqwa. Selalu memohon ampun kepada-Nya atas segala salah dan dosa. Orang kalau punya salah dengan orang lain, bisa di tebak pasti hubungan mereka tidak dekat lagi seperti sebelum mereka punya masalah. Iya, begitu juga hubungan kita dengan Alloh... semakin kita banyak melakukan salah pasti kita tidak akan dekat dengan-Nya. Seperti lagu dari Bimbo kalau nggak salah... Aku dekat Engkau dekat, aku jauh Engkau jauh...

Bagaimana kalau kita sudah terlanjur berbuat kesalahan?
1. Menyesali kesalahan tadi. Sadar akan kesalahan yang dilakukan
2. Bertaubat kepada Alloh
3. Berjanji tidak mengulangi lagi
4. Menutup dengan melakukan kebaikan2

Sepertinya kurang satu lagi... tapi apa ya?aku lupa nh...

Selain menjaga hubungan baik dengan Alloh harus juga menjaga hubungan baik kita terhadap sesama. Memang semua itu harus kita lakukan supaya kita mendapat kebahagian di dunia dan juga di akherat kelak...amin. "Manusia ini harus bersifat pemaaf", kata Pak Uztad... Iya manusia memang harus bersifat pemaaf baik itu di minta atau tidak. Kenapa??? Karena saat kita merasa benci terhadap orang lain...Kita mempunyai beban yang berat... Hati ini  terasa sakit dan kita merasa tidak bahagia. Maka dari itu lepaskan semua beban yang ada... maka kita akan bahagia.

Di sela2 ceramahnya Pak Fachrudin sempat menyanyikan lagunya  Roma Irama yang judulnya Taqwa... Berikut Liriknya...

                Taqwa

Yang miskin jangan bersedih
Dan jangan sesali diri
Yang kaya janganlah bangga
Jangan membusungkan dada

Derajat manusia di sisi Tuhannya
Bukan karena hartanya
Derajat manusia di sisi Tuhannya
Hanya karena taqwanya

Dari itu bertaqwalah
Dalam hidup yang tak punya
Dari itu bertaqwalah
Dalam hidup yang berharta

Firman Tuhan di dalam kitab suci-Nya Alqur'an
Miskin dan kaya itu sama
Sesungguhnya keduanya itu hanya ujian
Bagi orang-orang beriman

Mampukah si miskin menjalani penderitaan
Berimankah dia di dalam kekurangan
Mampukah si kaya mengendalikan hawa nafsunya
Berimankah dia di dalam kelebihan
                             Mau download lagunya? Klik di sini

Miskin dan kaya memang bukan jaminan seseorang hidup berbahagia... Alloh Maha Adil... Karena itu setiap hambanya baik yang masih miskin ataupun yang kaya pasti mereka dikarunia rasa senang, sedih, bahagia... Yang membedakan hanyalah sebabnya. Sebab mengapa orang itu bisa sedih... bisa bahagia... seperti lagu yang berikut ini...

            Romantika

Yang menangis dan yang tertawa
Yang bersedih dan yang gembira
Selalu mewarnai hidup manusia
Baik ia miskin ataupun kaya

Yang jelata dan yang ternama
Yang tak punya dan yang berada
Selalu merasakan suka dan duka
Itu romantika hidup di dunia

Jangan lupa daratan
Apabila dalam kegembiraan
Dan jangan putus asa
Apabila di dalam kesedihan

Sedih dan gembira tak ‘kan selamanya
Semua ‘kan sirna, ganti, dan berubah
Tidak peduli siapa pun dia

Tak berarti yang kaya
Selalu hidup dalam kegembiraan
Tak berarti yang papa
Selalu hidup si dalam kesedihan

Di sana letaknya keadilan Tuhan
Sedih dan gembira sama diberikan
Keduanya itu sebagai ujian

Romantika hidup di dunia
                                Download lagu klik di sini

Beliau juga menyenandungkan lagu yang berjudul Keramat cipt H. Rhoma Irama

           Keramat

Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua
                                  Untuk dowload lagu ini klik di sini

Kata Pak Fachrudin... "NGapain pergi ke dukun... kalau ada yang lebih manjur doanya...?? Restu orang tua kita terutama Ibu kita..." Ya... begitulah kira2 ringkasan pengajiannya, mungkin ada hal yang kurang atau salah tulis...mohon maaf...

Sunday, October 4, 2009

Cerita di bus Trans Jogja

Pagi itu hari minggu yang agak mendung, tapi seperti biasa aku mudik tiap hari libur...:-) Aku pulang dengan naik bus trans dari halte UPN Condong Catur. Penuh semangat pagi itu... Aku memasuki halte dan menyodorkan uang 3000rp untuk beli tiket. Tak lama aku nunggu, akhirnya bus datang juga. Ku langkahkan kaki kananku memasuki bus hijau itu. Aku pilih tempat duduk paling belakang supaya aku bisa melihat pemandangan luar dari sisi yang lurus, karena biasanya kalau duduk menyamping bikin pusing.

Saat itu bus tidak begitu dipadati penumpang... mungkin karena hari libur dan masih pagi kali... Kebetulan di tempat duduk belakang cuma ada aku dan tas ranselku yang lumayan besar... Mmm mungkin juga sebagian orang bilang tas ranselku itu kebesaran... (terlalu besar) ya... seperti temenku Widia bilang, "Kaya kura-kura kamu sut, pake tas itu...hhee..." Yah biarinlah mau komentar apa.

Bus pun melaju perlahan... Sesampainya di terminal Concat ada penumpang masuk. Satu... laki - laki... Kelihatan seperti bapak2...duduk tepat di sampingku. Sebenarnya aku ngerasa kurang nyaman dan berniat pindah tempat duduk, tapi aku urungkan niat itu. Aku ngerasa nggak enak juga buat pindah tempat duduk... terlihat seolah - olah menyingkir... Nggak begitu lama setelah orang itu duduk, dia bilang,"Mau ke mana mbak?" Aku pun menjawab sambil senyum sebagai tanda respect terhadap orang lain. "Mau ke Jokteng, Pak..." Orang itu kurang dengar dan bertanya lagi, "Ke mana????" "Pojok beteng... Bapaknya mau kemana?", jawabku. Orang itu ngomong panjang lebar tapi terdengar kurang begitu jelas karena ada suara musik di dalam bus yang lumayan cukup keras. Aku nangkepnya dia mau ke Stasiun. Aku anggukkan kepala sambil berkata... "Emmm..." Busssyet, setelah itu bapak tadi komen gini, "Aku kagum sama mbak... setiap ngomong pasti sambil tersenyum." whatt!!! Belum sempat aku mengucapkan sesuatu sepertinya orang itu mau melontarkan pertanyaan...beribu2 pertanyaan (lllleeeebay) Pertanyaan yang aneh dan tidak relevan di perbincangkan di bus umum (kwekkkwekk) "Mbak, gimana ya caranya nembak cewek?" Hahh...apa aku harus jawab? dan semua orang yang ada di bus tau?? Ya udah aku jawab... "Nggak tau... hhee hee..." (nyengirrr) Aku berharap dia nggak tanya lagi.

(Diam agal lama....) Ehhh tanya itu lagi... "Mbak gimana ya caranya nembak cewekkk??soalnya saya kalau mau nyatain suka nggak berani e...?" Aduh... jawab gimana dnx... "Emmm.. pake surat aja mas... (ganti, nggak pak lagi) kalau nggak berani secara langsung..." ( Yammmpun kenapa aku nyaranin gitu dulu...teknologikan udah maju...wah...)

  "Emm kalau model pacaran zaman dulu sama sekarang beda ya mbak??"
  "Emang apa bedanya ya??"
  "Kalo dulu itu... e... pacarannya beda... sekarangkan kalau pacaran gandengan tangan, mesra2an... gitu mbak... Dulu nggak kaya gitu... "
   "Hmm iya ya??", jawabku. Aku nggak tahu juga sih bener apa salah.
   (Berpikir menyiapkan bertanyaan lagi....) "Mbak mulai jatuh cinta kapan?" Wah perasaan kayak diwawancarai saja aku ini. Dan lagi - lagi aku jawab, "Nggak tahu,,.. hhee. Emang masnya ini jatuh cinta sejak kapan?"
  "Kalau aku sejak SD mbak... kelas 4 (whatt!!).  Dulu sering... (loading...) ngerjain PR bareng..."
  "Hmmm", responku.
  "Tapi sekarang sudah tua, susah jadinya dapet jodoh. Apa mungkin terlalu jelek aku ini?"
  "Ya nggak juga lah mas... oia kenapa mas nya ini nggak minta bantuan keluarga atau temen2 aja... dijodohin gitu..."
  "E.... (geleng - geleng kepala)."
  "Emangnya mas nya nggak punya teman ya?" (pertanyaan yang aneh...) Tapi dia jawabnya....
  "Enggak..."
Aku juga nggak tau tu dia jawabnya gitu... tapi masak sih nggak punya teman... mungkin lost contact aja kali ya..

(Semua terdiam...)

  "Masnya berapa bersaudara???" (wah wah... sekarang gantian aku yang wawancara....)
  "Lima."
  "Terus masnya anak ke berapa?"
  "Anak pertama..."
  "Adik - adiknya udah pada nikah???"
  "Yang dua udah, yang lein belum..."
  "Mmmmm..."
  "M mmungkin aku terlalu jelek ya mbak...??" (menatap dengan muka polos)
  "Ya ampun... enggaklah mas..."
  "Saya tu pernah lho mbak ndeketin cewek... dia lagi duduk gitu.... (mungkin di taman kali ya...bukan di dalam bus... hee) terus aku deketin... eh dianya malah pergi dan kayaknya cuek banget gitu lo mbak..."
 Kasihan banget orang ini... dicuekin sama cewek...
  "Ya nggak usah terlalu dikejar mas kalau suka sama orang..." (sok menasehati)
  "Iya ya mbak (orang itu mengiyakan)... La terus... kalau kaya gitu caranya, kalau saya nggak ngejar kapan saya dapet ceweknya mbak?????" (iya juga ya...pikirku...)
  "Sabar aja... sambil jalan...setiap orang insyaAlloh udah dikasih jodohnya masing2 sama Alloh. Tapi perlu ikhtiar juga... nggak usah terlalu menutup diri dengan orang lain... itu tadi mas... salah satu ikhtiarnya minta keluarga atau temen bwt dikenalin sama seseorang yang pas..."
  "Ya tapi nanti kalau dijodohin nggak ada pendekatan gitu mbak? Ya emang pacaran setelah nikah katanya lebih asyik sih..."
  "Masa...k kata siapa mas???"
  "Ya kata orang... dari pengalaman orang lain..." (mungkin bener juga orang itu... perlu eksperimen ne kayaknya....wikikkwiii....)
  "Mbak udah pernah baca buku tentang cinta belum?" (Blannnggg.... )
  "Emm maksudnya tentang cinta yang bagaimana ya?"
  "Ya buku tentang cinta gitu...."
  "Mmm yang ada kata2 mutiaranya gitu? yang romantis2???"  (ngawur aja aku ini...)
  "Ya itu..."
  "O,.. aku juga suka ky gitu." Nggak lama setelah itu bus sudah hampir nyampe di halte. "eh itu haltenya udah kelihatan, aku mau pindah situ biar lebih deket pintu..." (Bangkit dari tempat duduk dan mulai siap - siap)
  "Oh ya... ya do'akan ya mbak supaya sy cepet dapet jodoh..."
  "Ya.... semoga cepet menemukan pendamping yang pas ya..."
 Akhirnya bus sampai di depan halte. Tak lupa aku menyapa orang tadi sebelum akhirnya aku menginjakkan kakiku di halte. Dengan sedikit senyum dan anggukan kepala aku menyapa, "mari...."
 Dalam hati aku masih berdoa semoga orang itu cepet dapet jodoh... meskipun orang itu agak aneh tapi sepertinya tulus...